Mantan Anggota DI/TII Sumpah Setia Kepada NKRI
berita
Sumber Foto : radarcirebon.com
13 August 2019 16:15
Watyutink.com – Kabar baik menghiasi senyum Ibu Pertiwi jelang peringatan kemerdekaan ke-74 Indonesia. Mantan anggota Harakah Islam, eks Darul Islam/Tentara Islam Indonesia dan Negara Islam Indonesia (DI/TII) mengikrarkan sumpah setia kepada Ibu Pertiwi (13/08/2019).

Sejumlah 14 orang tersebut bersumpah setia di Gedung Kemenko Polhukam disaksikan oleh Menteri Koodinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam).

Nama-nama 14 orang tersebut yakni; Sarjono Kartosuwiryo, Dadang Fathurrahman, Aceng Mi’rah Mujahidin, Yudi Muhammad Auliya, Yana Suryana, Deden Hasbullah, Ahmad Icang Rohiman, Mamat Rohimat, Dadang Darmawan, Eko Hery Sudibyo, Cepi Ardiyansyah, Nandang Syuhada, Deris Andrian, dan Ali Abdul Adhim.

Ikrar sumpah setia kepada NKRI, Pancasila, UUD 1945 dan Bhinneka Tunggal Ika dipimpin oleh Sekarmaji Marinan Kartosuwiryo putra kandung tokoh utama DI/TII, Sarjono Kartosuwiryo.

Adapun point utama sumpah setia tersebut, sebagai berikut; “Kami keluarga besar Harokah Islam beserta eks Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII), dan eks Negara Islam Indonesia (NII) bersama segenap pendukungnya dengan ini berikrar, Berpegang teguh kepada pancasila dan UUD 1945, setia kepada Pancasila, menjaga persatuan, toleransi, kerukunan dan perdamaian, menolak organisasi yang bertentangan dengan Pancasila, serta turut serta meningkatkan kesadaran bela negara.

Setelah mengucapkan janji setia, seluruh pemegang sumpah mencium bendera merah putih yang diiringi dengan lantunan Indonesia Raya. Wiranto, selaku Menko Polhukam menandatangani surat pernjanjian ikrar setia kepada NKRI.

Eks DI/TII aja berani nih menyatakan sumpah setia kepada NKRI, kapan nih yang lain?

Tetaplah kritis membaca berita! (yed)

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Zaman Zaini, Dr., M.Si.

Dosen pascasarjana Institut STIAMI, Direktur Sosial Ilmu Politik CPPS (Center for Public Policy Studies), Staf Khusus Bupati MURATARA Sumsel

YB. Suhartoko, Dr., SE., ME

Dosen Program Studi Ekonomi Pembangunan, Keuangan dan Perbankan Unika Atma Jaya Jakarta

Andry Satrio Nugroho

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)

FOLLOW US

Pemerintah Daerah Harus Berada di Garda Terdepan             Tegakkan Aturan Jarak Pendirian Ritel Modern dengan Usaha Kecil Rakyat             Konsep Sudah Benar, Implementasinya Gagal             Tugas Terbesar Negara, Mencerdaskan Bangsa!             Indonesia Butuh Terobosan-terobosan Progresif Bidang SDM             Penekanan pada Memobilisasi Kapasitas Modal Manusia Lokal Secara Otentik             Meritokrasi vs Kabilisme             Kendalikan Harga Pangan untuk Menekan Inflasi             Utang Semakin Besar, Kemampuan Membiayai Pembangunan Berkurang             Perhatikan Belanja Non K/L yang Semakin Membesar