Mencengangkan! 1000 Napi di Jakarta Terinfeksi Hepatitis C
berita
Sumber Foto : nasional.kompas.com
19 September 2019 14:48
Watyutink.com – Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjen PAS) Kemenkum HAM Sri Puguh Budi dalam acara Diseminasi Tes Hepatitis C Bagi Tahanan dan Napi di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) serta Rumah Tahanan (Rutan) DKI Jakarta menyatakan 5,9 persen atau sekitar 1000-an tahanan lapas dan rutan di wilayah DKI Jakarta terjangkit Hepatitis C, Kamis (19/9/2019). “Angka ini berdasarkan hasil tes terhadap 17.400 penghuni di tujuh lapas dan rutan di DKI Jakarta dalam kurun waktu dua bulan, 28 Juni hingga 28 Agustus 2019,” ujarnya.

Baca Juga

Menurut Budi angka ini termasuk golongan tinggi, mengingat Hepatitis C termasuk penyakit menular. Komunikasi yang intens antara narapidana dan petugas membuat mereka masuk dalam kelompok rentan tertular. “Hal ini wajib kita waspadai, tidak hanya bagi lapas dan rutan di Jakarta saja, melainkan bagi lapas dan rutan di daerah lain juga,” tegasnya.

Budi berharap tes ini mampu mecegah penularan penyakit Hepatitis C. Sementara itu Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Langsung Kementerian Kesehatan dr Wiendra Waworuntu menambahkan kegiatan tes ini sejalan dengan pelaksanaan gerakan masyarakat hidup sehat.

Jangan sampai lapas dan rutan malah jadi sarang penyakit.

Tetaplah kritis membaca berita!

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Ahmad Heri Firdaus

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)

Yahya Agung Kuntadi, Ir., M.M.

Kepala Kantor UGM Kampus Jakarta, Institute of Research and Community LPPM UGM

FOLLOW US

Tinjau Kembali Struktur Industri Nasional             Benahi Dulu ICOR Indonesia             Ekonomi Digital Jadi Pelengkap Saja             Stop Bakar Uang, Ciptakan Profit             Potensi Korupsi di Sektor Migas             Revisi UU KPK Berpengaruh Langsung terhadap Perekonomian Indonesia             Benahi Governance DPR Untuk Hindari Konflik Kepentingan             Pebisnis Lebih Tahu Masalah Riil di Lapangan             Revisi UU KPK, Ancaman Terhadap Demokratisasi oleh Oligarki Predatoris             Presiden sedang Menggali Kuburnya Sendiri