Panitia Klaim KLB Partai Demokrat Dihadiri 1.200 Peserta, Hinca Panjaitan Minta Polisi Bubarkan
berita
Sumber Foto : medcom.id
05 March 2021 09:47
Watyutink.com - Politisi HM Darmizal MS memastikan Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat akan berlangsung pada Jum'at, 5 Maret 2021 di Sumatera Utara. Darmizal bahkan mengklaim KLB akan dihadiri sekitar 1.200 orang yang terdiri dari DPC dan DPD dan tamu undangan dari seluruh tanah air.

Saat memberikan keterangan tertulis, Kamis 4 Maret 2021 Darmizal mengatakan agenda utama KLB adalah memilih ketua umum baru menggantikan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Politisi yang dipecat dari Partai Demokrat itu menyatakan banyak kader berharap segera mempunyai ketua umum baru guna membawa partai kembali pada kejayaan, terutama di Pemilu 2024. 

Damrizal pun tak ragu menyebut nama Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko sebagai calon Ketus Umum Partai Demokrat yang baru. Darmizal yakin mantan Panglima TNI itu akan mampu membawa Partai Demokrat meraih 25 persen suara pada Pemilu 2024. 

Sementara itu politisi Partai Demokrat Hinca Panjaitan menyebut  KLB di Sumatera Utara (Sumut) sebagai kegiatan ilegal dan tidak berizin. Itulah sebabnya anggota Komisi III DPR ini meminta polisi membubarkan KLB yang rencananya akan digelar pada Jumat 5 Maret 2021 itu. 

Saat memberikan keterangan, Kamis 4 Maret 2021 malam, Hinca mengatakan, baik Polda Sumut maupun Mabes Polri tidak pernah memberi izin pelaksanaan KLB. Sehingga menurut Hinca, kegjatan tersebut harua dibubarkan karena melanggar hukum. 

Hinca membantah klaim yang menyebut KLB tak bisa dibubarkan dengan alasan urusan internal partai. Terlebih menurut Hinca, KLB ilegal itu diduga juga melibatkan pihal eksternal di luar Partai Demokrat. 

Hinca, hal tersebut keliru. Penyelenggaraan KLB ilegal ini, kata Hinca, diduga melibatkan pihak eksternal. Jika tidak dibubarkan, Hinca menuturkan, polisi dan istana telah melakukan pembiaran pelanggaran hukum dan perusakan demokrasi secara permanen. Upaya melengserkan AHY dari kursi Ketua Umum Partai Demokrat adalah simbol kematian demokrasi yang diinginkan negara. Hal ini menurut Hinca sangat berbahaya dan mengancam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Adakah campuran tangan penguasa dalam kisruh Partai Demokrat? 

Tetaplah kritis membaca berita!

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

TOPIK TERPOPULER

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Abdillah Ahsan, Dr., S.E, M.S.E.

Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas indonesia, Peneliti Lembaga Demografi FEB UI