Pemberian Santunan Korban Covid-19 Batal, Warga Surabaya Sebut Kemensos PHP
berita
Sumber Foto : kompas.tv
25 February 2021 14:34
Watyutink.com - Kementerian Sosial (Kemensos) dikabarkan bakal membatalkan pemberian santunan bagi ahli waris pasien Covid-19 yang meninggal dunia. Padahal semua direncanakan setiap keluarga pasien meninggal dunia bakal mendapat santunan sebesar Rp15 juta. 

Pembatalan tersebut menyebabkan para keluarga dan ahli waris pasien Covid-19 kecewa. Mereka menyebut Kemensos adalah Pemberi Harapan Palsu atau PHP. Padahal pemberian santunan merupakan instruksi langsung Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Endang Riniasih (57 tahun) mengaku sangat kecewa. Warga Gembong Kapasan, Kota Surabaya, Jawa Timur ini baru saja kehilangan suaminya yang meninggal akibat Covid-19. Endang mengaku heran dengan keputusan Kemensos. Saat memberikan komentar, Rabu 24 Februari 2021, Endang mengatakan Kemensos telah melawan keputusan Presiden Jokowi. 

Terkait alasan tidak adanya anggaran, Endang menuturkan sudah menjadi tugas Kemensos mencarikan sumber dananya. Pasalnya pemberian santunan adalah instruksi langsung Presiden Jokowi. Mau diambilkan dari mana, Endang mengaku tidak peduli, yang penting pemberian santunan tidak boleh batal.

Totok Norma, warga Desa Balongbesuk, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, Jawa Timur juga mengungkapkan kekecewaanya. Totok yang kehilangan istrinya akibat Covid-19 mengaku telah mengurus semua persyaratan guna mendapatkan santunan. 

Namun sampai saat ini belum ada kejelasan tentang pemberian santunan sebesar Rp15 juta itu. Saat berbicara dengan awak media, Rabu 24 Februari 2021, Totok bahkan mendapat kabar dari Dinas Sosial (Dinsos) bahwa santunan ditiadakan. 

Semebt itu anggota Komisi VIII DPR RI, Hidayat Nur Wahid mendesak Kemensos tetap memberikan santunan bagi keluarga pasien meninggal akibat Covid-19. Hidayat menyebut pemberian santunan sudah sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku. 

Melalui akun twitternya @hnurwahid, politisi PKS ini membandingkan sikap pemerintah yang bersedia menalangi dana PT Asuransi Jiwasraya. Dalam cuitannya, Kamis 25 Februari 2021, Hidayat menyebut untuk Jiwasraya pemerintah sanggup memberikan dana yang cukup besar. 

Seharusnya untuk keluarga korban Covid-19 pemerintah juga sanggup menyediakan anggaran. Terlebih untuk penanganan Covid-19 pemerintah menyediakan anggaran hingga Rp688 triliun. Seharusnya pemerintah bisa menganggarkan untuk pemberian santunan. 
 
Bu Risma ini lebih penting diurusi daripada blusukan cari gelandangan! 

Tetaplah kritis membaca berita!

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Abdillah Ahsan, Dr., S.E, M.S.E.

Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas indonesia, Peneliti Lembaga Demografi FEB UI