Pemprov DKI Jakarta Larang Pedagang Pajang Rokok di Tempat Jualan
berita
Satpol PP tutup tempat jualan rokok di Jakarta Barat. Sumber Foto : Antara/Walda
15 September 2021 13:35
Watyutink.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengeluarkan larangan pedagang memajang atau mendisplai kemasan bungkus rokok di etalase atau tempat lain yang mudah terlihat. Larangan itu tertuang dalam Seruan Gubernur (Sergub) Nomor 8 Tahun 2021 tentang Pembinaan Kawasan Dilarang Merokok.

Aturan ini sebenarnya dikeluarkan pada 9 Juni 2021 lalu. Dalam Sergub itu disebutkan agar pemilik usaha tidak memasang reklame rokok atau zat adiktif, baik di dalam maupun di luar ruangan. Termasuk dalam larangan tersebut adalah memajang kemasan,  bungkus rokok atau zat adiktif di tempat penjualan.

Dalam keterangan tertulisnya, Selasa 14 September 2021, Anies juga melarang pengelola gedung di DKI Jakarta menyediakan asbak dan tempat pembuangan puntung rokok pada kawasan dilarang merokok. Setiap gedung di Jakarta juga diminta untuk memasang tanda larangan merokok pada setiap pintu masuk dan lokasi yang mudah diketahui oleh setiap orang di area gedung.

Seluruh aturan ini dilakukan demi melindungi masyarakat dari bahaya rokok. Hal ini, kata Anies, akan berhasil jika seluruh komponen masyarakat khususnya pengelola gedung di ibu kota mengawasi kawasan dilarang merokok. Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) ini meminta semua pihak memperhatikan dan melaksanakan seruan tersebut sebagaimana mestinya.

Dalam Sergub itu, Anies juga meminta seluruh elemen masyarakat bisa berkontribusi dan berpartisipasi agar kawasan larangan merokok bisa tetap steril dari asap rokok. Semua pihak diharapkan  turut berpartisipasi secara aktif dalam melakukan pengawasan dan penegakan hukum pada kawasan dilarang merokok." tulis Anies dalam Sergub itu.

Menanggapi Sergub 8/2021 tersebut Pemerintah Kota Jakarta Barat langsung menurunkan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk melakukan penertiban.
Kepala Satpol PP Jakarta Barat Tamo Sijabat mengatakan pihaknya mendatangi toko, minimarket dan supermarket. Selanjutnya petugas menutup pajangan, etalase, display, stiker dan poster yang menampilkan rokok.

Tamo dalam keterangannya, Senin 13 September 2021 menjelaskan, nantinya pemilik tempat usaha, toko, supermarket, dan hypermarket hanya menampilkan daftar rokok yang dijual, bukan rokoknya.

Tamo menambahkan sampai saat ini belum ada sanksi bagi toko, minimarket, supermarket dan hypermarket yang masih memajang rokok. Namun Tamo meminta pemilik usaha segera menutupnya. Jika tidak Satpol PP yang akan melakukannya. Rencananya, Pemkot Jakarta Barat akan segera melakukan sosialisasi aturan tersebut.

Wah, ngaruh ke penghasilan toko nggak ya aturan ini?

Tetaplah kritis membaca berita!

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

TOPIK TERPOPULER

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF