Pengamat Nilai Doni Monardo Berusaha Tutupi Ketidakmampuan Atasi Covid-19
berita
Sumber Foto: cnnindonesia.com
11 July 2020 16:30
Watyutinkm.com - Pernyataan Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Doni Monardo yang tidak mempermasalahkan peningkatan jumlah kasus corona di Indonesia mengundang reaksi berbagai pihak. Umumnya mereka menyesalkan pernyataan tersebut. Doni dinilai telah memberikan informasi yang salah terkait peningkatan jumlah pasien Covid-19 di tanah air. 

Pengamat Kebijakan Publik dari Universitas Trisakti Trubus Rahadiansyah menyatakan angka penularan virus corona di tanah air masih cukup tinggi. Jumlahnya justru semakin bertambah. Bahkan pada Kamis, 9 Juli 2020, penambahan kasus baru mencapai 2.657. 

Saat memberikan keterangan pada Sabtu, 11 Juli 2020, Trubus menuturkan angka penularan semakin melonjak sejak pemerintah melonggarkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) atau menerapkan new normal. Hal ini menunjukkan Gugus Tugas tidak mampu melaksanakan tugasnya. Namun diksi yang dibuat Doni Monardo terkesan menutupinya. 

Menurut Trubus, Doni juga memberikan sinyal yang salah terhadap dan semata-mata untuk menghibur masyarakat. Itulah sebabnya Trubus menyatakan kinerja Gugus Tugas Percepatan Covid-19 perlu dievaluasi, khususnya di daerah. 

Masuknya beberapa kepala daerah yang juga masuk dalam tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 membuat mereka tidak fokus menangani virus corona di wilayahnya. Terutama kepala daerah yang akan mengikuti pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak pada Desember 2020 mendatang. 

Hal senada doungkapkan Pengamat Kebijakan Publik Agus Pambagio yang menyebut Doni Monardo telah memberikan perspektif berbeda kepada masyarakat terkait penanganan Covid-19. Akibatnya menurut Agus masyarakat berpikir kondisi saat ini masih benar-benar aman. Sehingga masyarakat akan semakin tak patuh dalam menjalankan protokol kesehatan.

Seharusnya, menurut Agus, Doni membuat pernyataan yang menyejukkan dan bukan membuat masyarakat makin sering berkumpul. Agus menilai angka penularan Covid-19 semakin tinggi karena pemerintah kini melakukan tes spesimen sesuai standar  Badan Kesehatan Dunia (WHO), sekitar 10 ribu per hari. Sebelumnya hanya kurang dari lima ribu per hari. 

Seharusnya Gugus Tugas memberikan informasi yang benar dan tidak menimbulkan perspektif berbahaya di masyarakat. Seharusnya menurut Agus, penyataan pemerintah membuat masyarakat tetap berhati-hati dan menjalankan protokol kesehatan yang ketat.

Apakah ini pertanda pemerintah sudah menyerah hadapi corona? 

Tetaplah kritis membaca berita! 

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Budi Arie Setiadi

Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Indonesia

Edgar Ekaputra

Pakar Industri Keuangan dan Ekonomi, Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI

Lia KIan, Dr.

Staf Khusus Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila