Pengamat Sebut Rakyat Menolak Divaksin Pemerintah Dianggap Berbohong
berita
Sumber Foto : antaranews.com
30 July 2021 09:00
Watyutink.com - Direktur Eksekutif Lokataru, Haris Azhar menilai ada masalah dalam program vaksinasi di Indonesia. Hal ini terlihat dari banyaknya masyarakat yang menolak disuntik vaksin Covid-19. Haris menyebut penolakan itu salah satunya karena rakyat kecewa pada pemerintah.

Saat mengikuti diskusi online atau webinar yang diselenggaran Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) Senin 26 Juli 2021, Haris mengatakan banyak orang tak mau divaksin karena belum percaya. Rakyat menganggap pemerintah berbohong soal vaksin Covid-19.

Problem atau masalah kepercayaan ini membuat rakyat kecewa kepada pemerintahan. Akibat rakyat berargumen bahwa Covid-19 adalah kebohongan, bahkan ada yang menyebut sebagai konspirasi. Intinya menurut Haris, rakyat tidak percaya kepada pemerintahan hingga menolak divaksin.

Mantan Koordinator Komisi Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) ini menambahkan faktor kedua yang memicu penolakan adalah kurangnya edukasi tentang vaksinasi terhadap rakyat Indonesia. Sebaliknya rakyat justru dipertontonkan hal-hal yang membuat mereka semakin kecewa kepada pemerintah.

Salah satunya menurut Haris adalah pemerintah sudah lima kali melaksanakan pembatasan mobilitas masyarakat dengan berbagai istilah, termasuk yang terakhir adalah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4. Meski sudah berganti istilah tetap saja target jumlah peserta vaksinasi tidak tercapai.

Hal itu terjadi akibat minimnya edukasi vaksinasi dari emerintah kepada rakyat. pemerintah. Haris pun mempertanyakan tindakan pemerintah mengirim mobil pemadam kebakaran melaksanakan penyemprotan disinfektan ke warung-warung. Tindakan itu menurutnya semakin menambah kekecewaan masyarakat.

Haris juga menyoroti penurunan angka testing dalam beberapa pekan terakhir. Hal yang juga dikritik adalah perawatan pasien yang melakukan isolasi mandiri (isoman) di rumah akibat rumah sakit kehabisan fasilitas dan tenaga. Akibatnya justru banyak pasien isoman yang meninggal dunia.

Makanya jujur dan jangan ada yang ditutupi.

Tetaplah kritis membaca berita!
 

SHARE ON
OPINI PENALAR

PILIHAN REDAKSI

close

PENALAR

PILIHAN REDAKSI

PENALAR TERPRODUKTIF