Prabowo Subianto Tegaskan Lagi Tolak Hasil Penghitungan Suara Pilpres
berita
Sumber Foto : aceh.tribunnews.com
21 May 2019 16:00
Watyutink.com - Paslon nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, bersama tim pemenangnya melakukan konferensi pers pada Selasa (21/5/2019), menanggapi pengumuman KPU tentang penetapan hasil rekapitulasi Pemilu 2019 pada Selasa (21/5/2019) dini hari. Prabowo mengatakan bahwa dia tidak akan menerima hasil perhitungan suara yang dilakukan KPU selama perhitungan tersebut bersumber pada kecurangan.

“ Kami pihak paslon 02 menolak semua hasil perhitungan suara pilpres yang diumumkan oleh KPU pada tanggal (21/5/2019) dini hari tadi. Di samping itu, pihak paslon 02 juga merasa pengumuman hasil rekapitulasi tersebut dilaksanakan oleh waktu yang janggal di luar kegiatan.” Kata prabowo.

Menurut Prabowo pihak paslon 02 juga pernah memberikan  kesempatan kepada KPU untuk memperbaiki seluruh proses hingga benar-benar mencerminkan hasil pemilu yang  jujur dan adil pada selasa (14/5/2019) yang lalu di Hotel Sahid Jaya. Namun, pihak prabowo menyayangkan hingga pada saat terakhir tidak ada upaya yang dilakukan oleh KPU untuk memperbaiki proses tersebut.

Selain itu, pihak Prabowo juga akan terus melakukan upaya teguh memperjuangkan pemilu sesuai jalur konstitusi. Prabowo juga menyuarakan kepada seluruh komponen masyarakat, relawan, pendukung dan partisipan 02 untuk tetap menjaga keamanan dan ketertiban umum, serta selalu menjaga agar aksi-aksi menyampaikan pendapat didepan umum selalu dilaksanakan secara damai.

Memang janggal sih, kok diumumkan dini hari. Takut batal  puasanya, ya?

Tetaplah kritis membaca berita!

(Lien)

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Zaman Zaini, Dr., M.Si.

Dosen pascasarjana Institut STIAMI, Direktur Sosial Ilmu Politik CPPS (Center for Public Policy Studies), Staf Khusus Bupati MURATARA Sumsel

YB. Suhartoko, Dr., SE., ME

Dosen Program Studi Ekonomi Pembangunan, Keuangan dan Perbankan Unika Atma Jaya Jakarta

Andry Satrio Nugroho

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)

FOLLOW US

Pemerintah Daerah Harus Berada di Garda Terdepan             Tegakkan Aturan Jarak Pendirian Ritel Modern dengan Usaha Kecil Rakyat             Konsep Sudah Benar, Implementasinya Gagal             Tugas Terbesar Negara, Mencerdaskan Bangsa!             Indonesia Butuh Terobosan-terobosan Progresif Bidang SDM             Penekanan pada Memobilisasi Kapasitas Modal Manusia Lokal Secara Otentik             Meritokrasi vs Kabilisme             Kendalikan Harga Pangan untuk Menekan Inflasi             Utang Semakin Besar, Kemampuan Membiayai Pembangunan Berkurang             Perhatikan Belanja Non K/L yang Semakin Membesar