Tak Terima Dijadikan Kambing Hitam, Wiranto Menyesal Pilih OSO jadi Ketum Partai Hanura
berita
Sumber Foto : cnnindonesia.com
16 May 2019 16:55
Watyutink.com – Ketua Dewan Pembina Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Wiranto mengaku menyesal telah memilih Oesman Sapta Odang (OSO) sebagai Ketua Umum. Hal itu menanggapi pernyataan OSO yang menyatakan Wiranto sebagai biang keladi kekalahan Partai Hanura pada pemilhan anggota legislatif (Pileg) 2019.

Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) ini mengaku heran atas tuduhan menjadi kambing hitam kegagalan Partai Hanura dalam Pemilu 2019. Menurutnya kegagalan tersebut adalah tanggungjawab bersama.

Wiranto merasa seolah-olah dipersalahkan atas perolehan suara Partai Hanura yang minim. Wiranto menegaskan, letak kesalahannya hanya satu, yakni memilih OSO sebagai Ketua Umum. Akibatnya Partai Hanura gagal memenuhi ambang batas parlemen sebesar empat persen

Wiranto mengaku selama 10 tahun memimpin, Partai Hanura selalu berhasil lolos ke parlemen. Itulah sebabnya ia merasa telah berjuang meloloskan Partai Hanura ke Senayan. Untuk itu Wiranto mengajak semua internal Partai Hanura intropeksi dan tidak saling menyalahkan.

Sebelumnya, Ketua Umum Partai Hanura Osman Sapta Odang (OSO) menyebut Wiranto adalah sosok yang menyebabkan Partai Hanura kalah di Pemilu 2019. OSO meminta mantan Panglima ABRI itu bertanggung jawab atas gagalnya Partai Hanura melenggang ke Gedung DPR/MPR.

Pernyataan OSO itu diungkapkan saat mengikuti acara buka puasa bersama Presiden Joko Widodo di kediamannya, Kuningan, Jakarta Selatan pada Rabu (15/5/2019).

Nasi sudah jadi bubur. Gak ada gunanya saling menyalahkan!

Tetaplah kritis membaca berita!

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Ujang Komarudin, Dr., M.Si.

Pengamat Politik dan Dosen Universitas Al Azhar Indonesia

Mohammad Faisal

Direktur Centre of Reform on Economic (CORE) Indonesia

FOLLOW US

Akibat Jalan Non Tol Tak Dipelihara             Catatan YLKI untuk Mudik Lebaran 2019             Tipis Prabowo-Sandi Menang di MK             Putusan MK Tidak Mengakhiri Polemik Pilpres 2019             LGBTIQ Merupakan Pilihan dan Hak Asasi             Asumsi RAPBN 2020 Sulit Tercapai             Strategi Ekspansif Tak Tampak di RAPBN 2020             Transisi Darurat (Demisioner) Permanen????             Membangun Sambil Menindas             Mitigasi Pengaruh Kejadian Politik terhadap Kegiatan Ekonomi