Tegaskan Tak Ada Penjatahan Kabinet, Jokowi Sebut Partai Besar Dapat Lebih Banyak
berita
Sumber Foto : merdeka.com
13 June 2019 11:50
Watyutink.com – Presiden Joko Widodo atau Jokowi menegaskan tidak ada jatah-jatahan kursi kabinet di pemerintahannya, baik dalam periode sekarang maupun pada kabinet hasil Pilpres 2019. Bahkan Jokowi mengatakan pembahasan tentang jabatan menteri pun tidak pernah dibicarakan dalam pertemuan partai-partai koalisi. Jokowi menyebut semua partai sudah memahami bahwa penyusunan kabinet adalah hal prerogatif presiden yang tidak bisa diganggu.

Meski demikian Jokowi menjelaskan dalam penyusunan kabinet partai dengan perolehan suara besar tentu akan mendapat porsi lebih banyak. Jokowi menyebut secara logika tentu tidak wajar jika partai yang memperoleh persentase besar hanya mendapat satu atau dua kursi menteri. Tidak wajar pula jika partai dengan perolehan suara kecil tapi mendapat hingga kursi menteri.

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini menambahkan  hal semacam itu bukan penjatahan. Dalam politik menurut Jokowi pembagian seperti itu adalah sesuatu yang wajar. Jokowi juga memastikan cara semacam itu tidak akan mengganggu kekompakan partai pendukung pemerintah.

Jokowi menyebut selama lima tahun pemerintahannya pun tidak ada masalah. Padahal cara pembagian kursi kabinet dilakukan dengan cara semacam itu. Menurut mantan Walikota Solo ini yang terpenting adalah komunikasi dengan semua pimpinan partai, baik ketua umum maupun sekjen berjalan dengan baik.

Terkait adanya partai yang ingin bergabung dalam koalisi, Jokowi menyatakan selalu membuka kemungkinan itu. Jokowi menegaskan selalu membuka diri bagi siapa pun yang ingin bersama-sama membangun dan memajukan bangsa dan negara.

Tapi itu partai-partai sudah mulai mengajukan permintaan jatah kursi kabinet lho pak, bagaimana dong?

Tetaplah kritis membaca berita!

SHARE ON
OPINI PENALAR

PILIHAN REDAKSI

close

PENALAR

PILIHAN REDAKSI

PENALAR TERPRODUKTIF

Ujang Komarudin, Dr., M.Si.

Pengamat Politik dan Dosen Universitas Al Azhar Indonesia

Mohammad Faisal

Direktur Centre of Reform on Economic (CORE) Indonesia

Yahya Agung Kuntadi, Ir., M.M.

Kepala Kantor UGM Kampus Jakarta, Institute of Research and Community LPPM UGM

FOLLOW US

Langkah PKS di Oposisi Perlu Diapresiasi             Insentif Pajak, Daya Tarik Sistem Pajak yang Paling Rasional             Menengok dan Menyiapkan SDM di Era Revolusi Industri 4.0             Polri Telah Berupaya Transparan Ungkap Rusuh 21-22 Mei             Possible and Impossible Tetap Ada             Ungkap Rusuh 21-22 Mei Secara Terang dan Adil             Banyak Masalah yang Harus Diselesaikan             Pilihan Cerdas Jadi Oposisi             Tergilas oleh Budaya Global             Penghambaan terhadap Simbol Dunia Barat