Tolak Anggapan Diktator, Wiranto Tegaskan Penangkapan Para Tokoh Jalan Terus
berita
Sumber Foto : kompas.com
22 May 2019 14:30
Watyutink.com – Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto menegaskan pihaknya akan terus melakukan penangkapan terhadap tokoh-tokoh yang terindikasi melakukan pelanggaran hukum. Wiranto menambahkan aparat penegakan hukum tetap konsisten dan bertindak tegas tanpa pandang bulu kepada siapa pun.

Wiranto memastikan penangkapan terhadap beberapa tokoh yang telah dan akan dilakukan bukanlah tindakan sewenang-wenang apalagi diktator. Semua itu menurut Wiranto semata-mata upaya penegakan hukum yang dilakukan aparat keamanan dalam rangka penegakan hukum dan keamanan nasional.

Terkait aksi demo pada 22 Mei terkait pengumuman hasil rekapitulasi suara Pemilu 2019, mantan Panglima ABRI ini menilai tindakan tersebut keliru dan tidak mendapat dukungan masyarakat. Aksi tersebut menurutnya telah menodai proses demokrasi dan mengorbankan masyarakat.

Wiranto menyatakan tindakan tersebut sudah termasuk kejahatan dan mengancam kedaulatan negara. Itulah sebabnya siapa pun yang terlibat dalam peristiwa ini harus bertanggung jawab dan mendapat hukuman yang berat. Pendiri Partai Hanura ini juga membantah anggapan penangkapan para tokoh mengulang tindakan represif yang pernah dilakukan diera Orde Baru (Orba).

Sebelumnya, aparat keamanan telah menangkap sejumlah tokoh seperti Lieus Sungkharisma, Eggi Sudjana, dan Mayjen (Purn) Sunarko atas dugaan melakukan tindakan makar. Selain itu beberapa tokoh seperti Amien Rais, Permadi, Rizieq Shihab, Bachtiar Nasir, dan Kivlan Zen telah dilaporkan ke polisi juga atas dugaan makar.

Anehnya, semula tokoh yang dilaporkan adalah pendukung  pasangan calon presiden dan wakil presiden 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Lho, apa bedanya dengan penangkapan para aktivis pada 98?

Tetaplah kritis membaca berita!

SHARE ON
OPINI PENALAR

PILIHAN REDAKSI

close

PILIHAN REDAKSI

PENALAR TERPRODUKTIF

Gigin Praginanto

Pengamat Kebijakan Publik, Wartawan Senior

Mohammad Faisal

Direktur Centre of Reform on Economic (CORE) Indonesia

Yahya Agung Kuntadi, Ir., M.M.

Kepala Kantor UGM Kampus Jakarta, Institute of Research and Community LPPM UGM

FOLLOW US

Wajar Ada Ketidakpuasan Terkait Kinerja KKP             Hidupkan Lagi Direktorat Keselamatan Jalan             Masalah Klasik Pidana Penjara             Pelesiran Setya Novanto, Biasa Itu!             Kinerja Menkumham Benahi Lapas Tidak Memuaskan             Maskapai Asing, Investasi yang Buruk Bagi Ekonomi Nasional              Hilangnya Kompetisi di Pasar Penerbangan Domestik             Masalah pada Inefisiensi dan Pengkonsentrasian Pasar              SBY Harus Bisa Menenangkan              Lebih Baik Kongres 2020