Warganet Harus Berhati-hati, Kini Medsos Diawasi Polisi
berita
Ilustrasi/ Net
26 February 2021 11:12
Watyutink.com - Warganet saat ini harus lebih berhati-hati dan bijak saat berkegiatan di dunia maya, terutama media sosial. Pasalnya Virtual Police secara resmi sudah beroperasi. Hal ini menjadikan dunia maya termasuk media sosial atau medsos kini selalu dalam pengawasan dan pemantauan polisi

Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono saat memberikan keterangan kepada awak media, Rabu 24 Februari 2021 mengatakan virtual police adalah ide Kapolro Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Tujuannya untuk mencegah tindak pidana Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Argo menuturkan kehadiran virtual police adalah salah satu bentuk atau upaya menjaga dan memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas). 

Agro menyebut kehadiran polisi di ruang digital agar dunia siber dapat bergerak dengan bersih, sehat dan produktif. Nantinya virtual police akan memberikan edukasi dan pemberitahuan bahwa apa yang ditulis berpotensi melanggar pidana. Sehingga sebaiknya dihapus atau tidak ditulis kembali. 

Mantan Kabid Humas Polda Metro Jaya ini  menjelaskan, jika ada postingan yang berpotensi melanggar pidana, polisi akan memberi peringatan kepada akun tersebut. Hal ini setelah melalui kajian mendalam bersama para ahli. Sehingga, virtual police tidak bekerja menurut subjektivitasnya sendiri.

Tahapan kerja virtual police menurut Argo dimulai dengan memberikan peringatan apabila menemukan tulisan atau gambar yang berpotensi melanggar pidana. Penyidik akan mengambil tangkapan layar untuk melakukan konsultasi dengan tim ahli yang terdiri dari ahli pidana, bahasa, dan ITE.

Peringatan akan dikirim langsung atau direct message ke pemilik akun. Hal ini agar pemilik akun atau pengguna media sosial  tidak merasa terhina dengan peringatan yang diberikan. Polisi berharap pemilik akun akan segera menghapus konten yang berpotensi menjadi masalah pidana. 

Jika pemilik akun tidak kunjung menghapus kontennya, polisi akan terus mengirimkan peringatan selama masih ada pihak yang merasa dirugikan. Jika pihak yang dirugikan membuat laporan, polisi akan memfasilitasi proses mediasi guna mencari jalan damai. Proses hukum menurut Argo adalah jalan terakhit jika tidak proses mediasi gagal. 

Argo menegaskan, kehadiran virtual police bukan untuk menghalangi kebebasan masyarakat di ruang digital. Virtual police hadir untuk memberikan edukasi kepada masyarakat apabila pelanggaran pidana. Sejauh ini menurut Argo sudah ada tiga akun mendapat teguran. 

Yang pro penguasa dipantau juga atau tidak pak

Tetaplah kritis membaca berita! 

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

TOPIK TERPOPULER

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Abdillah Ahsan, Dr., S.E, M.S.E.

Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas indonesia, Peneliti Lembaga Demografi FEB UI