• Minggu, 2 Oktober 2022

Kunjungan Erros Djarot ke Nagari Koto Baru Kec. Luhak Nan Duo Kab. Pasaman Barat Sumatera Barat

7 September 2022
Minggu 4 September, 2022, Ketua lembaga adat , berikut para Nini Mamak, para Datuk, dan masyarakat negari Koto Baru Kecamatan Luhak Nan Duo Kabupaten Pasaman Barat , Sumatra Barat menyambut dengan penuh sukacita kunjungan Erros Djarot ke kampung mereka. Kehadiran Erros Djarot dan rombongan disambut dengan tarian gelombang yang diperagakan oleh muda-mudi setempat dengan penuh semangat yang tinggi. Padahal beberapa jam menjelang acara pengukuhan Erros Djarot sebagai warga kehormatan masyarakat desa setempat, sempat tegang dikarenakan datangnya sejumlah teror-teror kecil. Rombongan Erros Djarot yang didamping Ketua Umum Forum Korban Mafia Tanah (FKMTI), Dr. Franz Aba (ekonom) dan Wahyu Wardhana pegiat media, sejak keberangkatan menuju lokasi sempat menerima berbagi pesan negatif yang intinya agar mengurungkan niat kehadiran di tengah massa penduduk setempat. Pasalnya karena mereka ternyata tengah berjuang menuntut keadilan agar dikembalikannya tanah adat mereka (sekitar 2460an hektar) yang dikuasai PT Primatama Mulya Jaya (PT PMJ) salah satu perusahaan di bawah bendera WILMAR group, sang raja perkebunan sawit di Indonesia Timur. Salah satu motivasi upaya pencegahan rombongan Erros Djarot ini besar kemungkinan karena banyaknya masyarakat adat pemilik sah dari tanah ulayat desa setempat yang secara sistimatis dikriminalisasi oleh para perampas tanah. Hal yang menyedihkan dalam kerja para perampas tanah ini mereka diduga juga di back-up oleh sejumlah oknum aparat keamanan, oknum pejabat pertanahan, dan sejumlah preman setempat yang diduga bekerja sama dengan fihak perusahaan Wimar Group yang menjadi otak dan dalang perampas tanah rakyat ini. Disamping itu agar menggoyahkan tekad Erros Djarot dan rombongan, intimidasi fihak pendukung mafia tanah dibumbui dengan narasi yang menggambarkan bahwa rakyat Sumatera barat tidak menerima tokoh-tokoh nasional yang terindikasi berbau "merah" atau kelompok Banteng. Karena memang tercatat sejumpah petinggi partai maupun petinggi negara yang terindikasi ‘Merah-Banteng’ mengalami penolakan dimaksud. Namun didorong oleh tekad dan niat baik membela kepentingan rakyat, Erros Djarot tetap bersikeras melanjutkan perjalanan ke tempat upacara dan lanjut langsung hingga mengunjungi ke lokasi perkebunan yang bermasalah. Erros Djarot mengajak seluruh warga Minang di mana pun berada agar merapatkan barisan dan menyelamatkan bumi Minangkabau dari penjarahan para Mafia Tanah… dengat tekad dan semangat jihad fissabilillah..

Video Lainnya

\
X