• Selasa, 5 Juli 2022

Jaksa Agung Larang Terdakwa Mendadak Kenakan Jilbab, Baju Koko dan Peci

- Selasa, 17 Mei 2022 | 10:10 WIB
Jaksa Agung Sanitiar (ST) Burhanuddin. Foto : liputan6.com
Jaksa Agung Sanitiar (ST) Burhanuddin. Foto : liputan6.com

Watyutink.com - Jaksa Agung Sanitiar (ST) Burhanuddin menyatakan pihaknya melarang terdakwa mengenakan atribut keagamaan, seperti peci, baju koko, hijab, cadar atau sejenisnya saat menghadiri persidangan. Larangan ini terutama bagi terdakwa yang sehari-hari tidak mengenakan pakaian atau atribut keagamaan tersebut. 

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Ketut Sumedana mengatakan larangan tersebut disampaikan Burhanuddin saat menghadiri acara halal bi halal, Senin pekan lalu. Larangan dimaksudkan agar tidak muncul anggaoan atribut keagamaan digunakan oleh pelaku kejahatan pada saat tertentu saja.

"Imbauan itu sudah disampaikan juga dalam acara halal bihalal kemarin, Senin minggu lalu. Untuk mempertegas nanti akan dibuatkan surat edaran ke kejaksaan seluruh Indonesia," kata Sumedana kepada awak media, Senin 16 Mei 2022. 

Sumedana menambahkan, Jaksa Agung telah melihat banyaknya terdakwa yang tiba-tiba berpenampilan alim di ruang sidang. Mereka mendadak memakai atribut keagamaan seperti peci atau hijab saat duduk di kursi terdakwa. Anehnya, tindakan tersebut seolah difasilitasi oleh jaksa penuntut umum (JPU) di persidangan.

Namun, Burhanuddin tidak menjelaskan lebih renci terkait larangan tersebut. Burhanuddin menurut Sumedana juga tidak memberikan contoh kasus terdakwa yang mendadak berpenampilan alim. 

Sumedana menegaskan tindakan terdakwa memakai atribut keagamaan saat menjalanan proses hukum tidak dibenarkan. Itulah sebabnya Kejaksaan Agung akan segera membuat aturan terkait cara berpakaian para terdakwa.

"Seolah-olah alim pada saat disidangkan, kami nanti samakan semua. Yang penting berpakaian sopan di depan persidangan," ujar Sumedana. 

Seperti diketahui, para terdakwa kerap berpakaian syar'i saat duduk di kursi pesakitan. Terdakwa pria sering terlihat mengenakan baju koko lengkap dengan peci. Terkadang yang dikenakan adalah peci putih yang identik dengan ustad atau ulama. 

Sedangkan terdakwa wanita mendadak mengenakan jilbab atau hijab saat menjalani persidangan. Tak jarang yang dikenakan adalah jilbab besar dan bercadar. Salah satu yang menyita perhatian adalah terdakwa kasus suap Pinangki Sirna Malasari. 

Halaman:

Editor: Yusuf Rinaldy

Terkini

Tax Amnesty II Raup Pajak Rp61 Triliun

Jumat, 1 Juli 2022 | 21:45 WIB
X