• Jumat, 1 Juli 2022

UAS Ditolak Masuk Singapura, Anggota DPR: Ini Penghinaan bagi Bangsa Indonesia

- Rabu, 18 Mei 2022 | 14:00 WIB
Ustad Abdul Somad (UAS). Sumber Foto : Instagram @ustadzabdulsomad_official
Ustad Abdul Somad (UAS). Sumber Foto : Instagram @ustadzabdulsomad_official

Watyutink.com – Tindakan pemerintah Singapura menolak dan memulangkan kembali penceramah Ustad Abdul Somad (UAS) terus mengundang komentar berbagai pihak. Kebanyak menyesalkan tindakan dari negara tetangga tersebut yang dinilai melecehkan harga diri salah satu tokoh yang banyak menjadi panutan masyarakat Indonesia itu. Tindakan penolakan dan pemulangan kembali UAS berserta istri, anak dan rombongannya terjadi pada Senin 16 Mei 2022.

Salah satu pihak yang menyesalkan tindakan tersebut adalah politisi Partai Gerindra Fadli Zon. Melalui cuitan di akun twitternya @fadlizon, Selasa 17 Mei 2022 Fadli menilai perlakuan Singapura terhadap UAS adalah penghinaan. Fadli mengatakan UAS adalah warga negara Indonesia (WNI) yang terhormat. Sehingga tidak pantas mendapat perlakuan seperti yang ditunjukkan pemerintah Singapura.

Terlebih UAS adalah ulama dan intelektual yang dihormati umat Islam di Indonesia. Menurut Fadli sangat tidak pantas UAS mendapat perlakuan seperti itu. "Kejadian ini penghinaan. Sangat tak pantas pihak Singapura memperlakukan UAS spt itu termasuk deportasi tanpa penjelasan," tulis Fadli di akun twiternya.

Anggota Komisi I DPR RI itu pun mendesak Duta Besar Republik Indonesia (Dubes RI) untuk Singapura Suryopratomo memberikan penjelasan terkait kejadian itu. "Dubes RI di Singapura harus menjelaskan peristiwa ini n tidak lepas tangan," kata Fadli Zon dalam cuitan yang sama.

Ungkapan menyesalkan juga datang dari politisi Parta Demokrat Achmad yang mengecam tindakan pemerintah Singapura terhadap UAS. Achmad semakin menyesalkan lantaran tindakan memulangkan kembali UAS dan keluarganya dilakukan tanpa keterangan yang jelas. Itulah sebabnya Achmad mendesak pemerintah Singapura memberikan penjelasan.

"Saya secara pribadi dan sebagai anggota DPR RI mengecam keras perlakuan terhadap guru kita UAS. Kita minta pihak Singapura menjelaskan kronologis kenapa UAS harus diperlakukan seperti itu," kata Achmad saat berbicara dengan awak media, Selasa 17 Mei 2022.

Anggota Komisi VIII DPR RI ini menilai tindakan pemerintah Singapura sudah berlebihan. Menurut Achmad tidak mungkin UAS datang ke negara yang berbatasan dengan Batam itu tanpa koordinasi. Terlebih UAS datang bersama istri dan anaknya. Achmad pun menilai penolakan dan pemulangan kembali UAS adalah pelecehan bagi bangsa Indonesia.

"Ini pelecehan bagi bangsa kita. UAS merupakan tokoh dan ulama besar, tidak hanya di Indonesia saja bahkan Brueni Darussalam dan Malaysia memberikan penghormatan tinggi terhadap beliau. Tapi diperlakukan dengan sangat tidak wajar oleh Singapura," ujar Achmad.

Pemerintah Singapura harus memberikan penjelasan rinci soal ini!

Halaman:

Editor: Yusuf Rinaldy

Terkini

X