• Selasa, 5 Juli 2022

UAS Ditolak Masuk Singapura, Ngabalin: Bukan Urusan Pemerintah

- Kamis, 19 Mei 2022 | 10:00 WIB
Tenaga Ahli Utama KSP Ali Mochtar Ngabalin
Tenaga Ahli Utama KSP Ali Mochtar Ngabalin

Watyutink.com - Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Ali Mochtar Ngabalin turut mengomentari penolakan dan pemulangan kembali Ustad Abdul Somad (UAS) oleh pemerintah Singapura. Ngabalin menyatakan penolakan Singapura atas kedatangan UAS bukan urusan pemerintah Indonesia.

Saat memberikan keterangan, seperti dikutip dari cnnindonesia.com, Rabu 18 Mei 2022, Ngabalin menyebut kejadian tersebut adalah urusan kedaulatan negara Singapura. Ngabalin menyatakan pemerintah Singapura memiliki hak mengizinkan atau menolak kedatangan seseorang ke negaranya.

"Itu kan bukan urusannya pemerintah RI, urusannya dengan kedaulatan negara Singapura terhadap mereka punya kewenangan untuk beri penilaian apakah seseorang itu bisa datang, masuk ke negara itu," kata Ngabalin.

Politikus Partai Golkar ini menuturkan setidaknya ada 4 alasan Singapura menolak kedatangan UAS dan rombongan. Pertama, penceramah asal Pekanbaru, Riau itu dinilai  menyebarkan ajaran ekstremis dan segregasi.

Kedua, UAS pernah ceramah soal bom bunuh diri di Palestina. Ketiga, UAS pernah menyebut salib Kristen rumah jin kafir, dan keempat, kerap mengkafirkan ajaran agama lain. Menurut Ngabalin, 4 alasan itu membuat pemerintah Singapura menilai UAS tidak layak masuk ke dalam negaranya.

Lantaran menjadi kewenangan Singapura, Ngabalin menuturkan pemerintah Indonesia  merasa tidak perlu meminta klarifikasi dari negara yang berbatasan dengan Batam itu. Pasalnya hal tersebut tidak berhubungan langsung dengan pemerintah Indonesia.

"Tidak ada hubungannya dengan pemerintah, tidak ada urusannya dengan pemerintah. Itu hak mereka," ujarnya.

Ngabalin menambahkan, saat ini kita jangan beranggapan hanya hidup di Indonesia saja. Kemajuan teknologi menjadikan pernyataan kita bisa diketahui dunia lain.

"Makanya, memang juga kita hidup kan bukan hanya di dalam Indonesia saja, tapi juga hidup dengan gampang di dunia maya dan dunia ini sangat gampang mendeteksi seseorang, watak, dan jalan pikirannya," tambah Ngabalin.

Halaman:

Editor: Yusuf Rinaldy

Terkini

Tax Amnesty II Raup Pajak Rp61 Triliun

Jumat, 1 Juli 2022 | 21:45 WIB
X