• Jumat, 1 Juli 2022

Ketua MUI Dukung Jaksa Agung Larang Terdakwa Mendadak Tampil Alim Saat Sidang

- Kamis, 19 Mei 2022 | 11:00 WIB
Ketua MUI KH Muhammad Cholil Nafis
Ketua MUI KH Muhammad Cholil Nafis

Watyutink.com - Perintah Jaksa Agung Sanitiar (ST) Burhanuddin agar terdakwa tidak mendadak mengenakan jilbab, baju koko atau peci saat mengikuti persidangan mendapat dukungan berbagai pihak. Salah satunya dari Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Dakwah dan Ukuwah, KH Muhammad Cholil Nafis.

Melalui cuitan di akun twitternya, @cholilnafis, Rabu 18 Mei 2022, pria yang biasa disapa kyai Cholil ini mengaku risi melihat seseorang mendadak terlihat alim saat duduk di kursi terdakwa. Terlebih umumnya mereka mengenakan pakaian yang menjadi simbol agama Islam, seperti jilbab, baju koko, dan peci.

"Setuju Pak Jaksa Agung RI. Saya dulu bertanya-bertanya kenapa terdakwa ke persidangan pakaiannya mendadak kaya orang saleh," kata kyai Cholil.

Itulah sebabnya pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Cendekia Amanah di Kalimulya Depok, Jawa Barat ini setujun dan mendukung keputusan Burhanuddin agar terdakwa mengenakan pakaian khusus seperti rompi yang dikenakan tersangka kasus korupsi.

"Bahkan serasa risi melihat pakaian simbol muslim dipakainya. Saya dukung pakaian terdakwa itu khusus yang mudah dikenal, khususnya koruptor," tulis Cholil.

Seperti diberitakan sebelumnya, Jaksa Agung Sanitiar (ST) Burhanuddin melarang terdakwa mengenakan atribut keagamaan, seperti peci, baju koko, hijab, cadar atau sejenisnya saat menghadiri persidangan. Larangan ini terutama bagi terdakwa yang sehari-hari tidak mengenakan pakaian atau atribut keagamaan tersebut.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Ketut Sumedana mengatakan larangan tersebut disampaikan Burhanuddin saat menghadiri acara halal bi halal, Senin pekan lalu. Larangan dimaksudkan agar tidak muncul anggaoan atribut keagamaan digunakan oleh pelaku kejahatan pada saat tertentu saja.

"Imbauan itu sudah disampaikan juga dalam acara halal bihalal kemarin, Senin minggu lalu. Untuk mempertegas nanti akan dibuatkan surat edaran ke kejaksaan seluruh Indonesia," kata Sumedana kepada awak media, Senin 16 Mei 2022.

Sumedana menambahkan, Jaksa Agung telah melihat banyaknya terdakwa yang tiba-tiba berpenampilan alim di ruang sidang. Mereka mendadak memakai atribut keagamaan seperti peci atau hijab saat duduk di kursi terdakwa. Anehnya, tindakan tersebut seolah difasilitasi oleh jaksa penuntut umum (JPU) di persidangan.

Halaman:

Editor: Yusuf Rinaldy

Terkini

X