• Selasa, 5 Juli 2022

Dirasa Lebih Efisien, KPU Pastikan Pemilu 2024 Kembali Gunakan Kotak Suara Kardus

- Kamis, 19 Mei 2022 | 14:00 WIB
Contoh kotak suara kardus saat Pemilu 2019. Foto : liputan6.com
Contoh kotak suara kardus saat Pemilu 2019. Foto : liputan6.com

Watyutink.com – Pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 dipastikan bakal kembali menggunakan kotak suara  yang terbuat dari kardus. Kepastian itu disampaikan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Hasyim Asyari saat memberikan keterangan di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu 18 Mei 2022.

Hasyim mengatakan penggunaan kotak suara kardus terbukti lebih efisien ketimbang yang terbuat dari alumunium. Penggunaan kotak kardus membuat KPU tidak perlu mengeluarkan anggaran untuk menyewa gudang guna menyimpan kotak alumunium. Itulah sebabnya penggunaan kotak kardus dirasa lebih baik dan tepat.

“Masih digunakan, saya pastikan masih digunakan. Cara berpikirnya begini, kalau yang alumunium, itu hitungannya aset negara,” ujar Hasyim.

Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP), Universitas Diponegoro (UNDIP), Semarang ini menerangkan KPU kabupaten/kota membutuhkan anggaran setidaknya Rp100 juta untuk menyewa gudang. Padahal tidak semua KPU di daerah mempunyai anggaran tersebut. Terlebih di kota besar seperti Jakarta, rasa-rasanya sudah tidak ada gudang yang bisa disewa dengan harga Rp100 juta.

"Anggaran KPU untuk gudang itu tidak selalu ada kalau itu jadi tanggung jawab KPU itu siapa yang mau membiayai pergudangan, dan kalau pun ada biayanya KPU pukul rata, semua daerah kabupaten kota, karena basisnya di kabupaten kota misalkan anggaran Rp100 juta ya Rp100 juta semua," jelasnya.

Hal berikutnya yang perlu dipertimbangkan adalah kotak suara alumunium nantinya menjadi aset negara yang harus dipertanggungjawabkan. Selain itu faktor keamanan juga harus diperhatikan. Pasalnya kotak berbahan alumunium mempunyai nilai ekonomi yang cukup besar sehingga dikhawatirkan menarik pihak-pihak tertentu mencuri kotak tersebut.

Berbeda dengan kotak kardus yang merupakan bahan sekali pakai. Setelah proses dan pelaksanaan pemilu rampung, termasuk pengarsipan dan sengketa telah dituntaskan, kotak suara akan dilelang. Nantinya hasil lelang akan masuk ke dalam penerimaan negara non pajak.

Dosen Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) ini juga tidak menyebutkan anggaran yang disiapkan jika kotak kardus mengalami kerusakan. Hasyim menjamin kotak suara kardus kedap air sehingga aman dari kerusakan. Terkait urusan keamanan, Hasyim menyebut, tergantung sepenuhnya kepada petugas Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang bertugas di masing-masing daerah.

"Kalau urusan jaminan keamanan kan jelas, kotaknya disegel dikasih kabel tis kemudian semua pengawas atau pemantau ada polisi temen-temen wartawan juga bisa menyaksikan di TPSnya masing-masing. Jadi kalau soal keamanan dan segala macam tergantung kita masing-masing mengamankan kotak suara kita sendiri," ujarnya.

Halaman:

Editor: Yusuf Rinaldy

Terkini

Tax Amnesty II Raup Pajak Rp61 Triliun

Jumat, 1 Juli 2022 | 21:45 WIB
X