• Jumat, 1 Juli 2022

Mantan Menko Kemaritiman Sebut Indonesia Lebih Damai Tanpa Jokowi

- Kamis, 19 Mei 2022 | 16:00 WIB
Mantan Menko Kemaritiman Rizal Ramli. Foto : Antara/Sigid Kurniawan
Mantan Menko Kemaritiman Rizal Ramli. Foto : Antara/Sigid Kurniawan

Watyutinik.com - Mantan Menteri Koordinator (Menko) Kemaritiman Rizal Ramli menyebut Indonesia lebih damai tanpa Presiden Joko Widodo (Jokowi). Selain itu Indonesia juga bisa lebih maju jika tidak lagi dipimpin Jokowi. Itulah sebabnya Rizal menyarankan Jokowi mundur dari jabatannya sebagai Presiden RI.

Saat memberikan keterangan, seperti dikutip dari jpnn.com, Rabu 18 Mei 2022,  Rizal mengatakan jika Jokowi mundur tidak ada lagi Islamofobia atau kebencian terhadap Islam yang berbayar. Selain itu menurut Rizal, penegakan hukum dan pemberantasan korupsi kolusi dan nepotisme (KKN) juga akan berjalan lebih tegas.

“Banyak yang bertanya, apakah jika Jokowi berhenti, mundur atau diundurkan, Indonesia akan lebih baik? Bukannya akan makin hancur, makin susah? Justru sebaliknya, Indonesia akan lebih baik, lebih damai, ekonomi rakyat akan lebih baik, damai dan makmur pasca-Jokowi,” kata Rizal Ramli.

Mantan Menko Perekonomian ini juga yakin harga kebutuhan pokok bisa diturunkan jika Jokowi mundur. Pemilihan umum (Pemilu) pun menurut Rizal akan berjalan lebih jujur dan adil jika mantan Gubernur DKI Jakarta itu tidak lagi menjadi orang nomor 1 di negeri ini.  

Rizal meyakini ekonomi rakyat akan menjadi lebih baik pasca Jokowi. Ia memperkirakan kredit Usaha Mikro Kecil dan Menengan (UMKM) akan naik hingga 30 persen dibanding saat ini yang hanya 18 persen. Kondisi tersebut diyakini bakal membuka lapangan kerja. Cicilan utang pun menurut Rizal bisa dikurangi dari Rp770 triliun menjadi setengahnya.

“Ekonomi rakyat pasti akan lebih baik pasca-Jokowi, yakni kredit UKM ditingkatkan dari 18 persen kredit nasional jadi 30 persen, sehingga lapangan kerja akan naik. Lalu, cicilan utang akan dikurangi dari Rp 770 trilliun menjadi setengahnya. Penghematan cicilan untuk internet gratis dan lainnya,” ujar Rizal.

Ekonom senior ini menambahkan wibawa dan pengaruh Indonesia di mata internasional juga bakal meningkat setelah tidak lagi dipimpin Jokowi. Meski demikian, Rizal mengharapkan pemimpin pasca-Jokowi mengerti geopolitik, diplomasi international, dan teguh dalam prinsip bebas aktif serta berjuang untuk perdamaian dunia.

“Indonesia pasca Jokowi akan sangat berpengaruh dan dihormati di ASEAN 10, diperhitungkan di Asia, dan jadi salah satu pemimpin penting Gerakan Non-Blok dengan memperjuangkan aspirasi perlunya tatanan dunia baru yang lebih adil dan manusiawi,” ujarnya.

Apa nggak harus tunggu 2024 dulu pak?

Halaman:

Editor: Yusuf Rinaldy

Terkini

X