• Selasa, 5 Juli 2022

Pengamat Sebut 'Perang Terbuka' Jokowi vs Megawati Dimulai

- Senin, 23 Mei 2022 | 09:00 WIB
Jokowi dan Megawati dalam sebuah acara. Foto : Antara/Wahyu Putro A
Jokowi dan Megawati dalam sebuah acara. Foto : Antara/Wahyu Putro A

Watyutink.com - Pengamat politik Saiful Anam menilai 'perang terbuka' antara Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dimulai. Hal itu terjadi jelang pelaksanaan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. 

Anam mengatakan perang terbuka terlihat dari pernyataan Jokowi saat menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Relawan ProJokowi atau Projo di Balai Ekonomi Desa (Balkondes) Ngargogondo, Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Sabtu 21 Mei 2022. Saat berbicara terkait calon presiden, Jokowi menyatakan, "Ojo Kesusu." Ucapan dalam bahasa Jawa itu artinya, "Jangan Terburu-buru."

Saat memberikan keterangan, seperti dikutip dari rmol.id, Minggu 22 Mei 2022, Anam menganggap pernyataan itu seolah ditujukan kepada PDIP. Pasalnya selama PDIP gencar mempromosikan Ketua DPR, Puan Maharani sebagai figur yang bakal diusung pada Pilpres 2024. 

Dalam acara tersebut, hadir pula Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Hal ini semakin menunjukkan adanya kedekatan antara Jokowi dan Ganjar. Sehingga menurut Anam, bukan tidak mungkin pernyataan Jokowi tersebut juga sebagai dukungan terhadap pencalonan Ganjar di Pilpres 2024. 

Namun pernyataan Jokowi menurut Anam bisa jadi juga ditujukan kepada pihak-pihak lain. "Bisa jadi maksud Jokowi jangan terburu-buru karena mungkin ada kandidat lain yang mesti disingkirkan, sehingga Jokowi menyatakan jangan terburu-buru," kata Anam. 

Direktur Pusat Riset Politik, Hukum dan Kebijakan Indonesia (PRPHKI) menganggap Jokowi masih belum enak jika secara terbuka memberikan dukungan kepada Ganjar. Pasalnya PDIP sudah mulai menggaungkan Puan Maharani. Terlihat dari  banyaknya kader PDIP yang memasang foto Puan dalam berbagai kesempatan.

Saya kira dengan adanya pernyataan Jokowi pada acara Projo merupakan bukti pengakuan Jokowi atau bahkan awal mula Jokowi secara terbuka memberikan dukungan kepada Ganjar," pungkas Saiful.

Indikasi lain menurut Anam terlihat saat Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo tidak diundang dalam acara Halal bi Halal DPD PDIP Jawa Tengah, Sabtu 7 Mei 2022. Padahal acara yang dilaksanakan di Panti Marhaen, Kota Semarang itu dihadiri para Kepala Daerah dari PDIP seluruh Jawa Tengah. 

"Dapat dimaknai perang terbuka kepada kandidat yang mulai digaungkan oleh PDIP yakni Puan Maharani. Ganjar yang tidak diundang pada saat pertemuan-pertemuan yang digelar oleh PDIP, namun justru diundang dan hadir dalam acara Projo," ujar Anam. 

Halaman:

Editor: Yusuf Rinaldy

Terkini

Tax Amnesty II Raup Pajak Rp61 Triliun

Jumat, 1 Juli 2022 | 21:45 WIB
X