• Jumat, 1 Juli 2022

Menko PMK Tegaskan Pemerintah Segera Hapus PPKM

- Selasa, 24 Mei 2022 | 10:00 WIB
Menko PMK Muhadjir Effendy. Foto : kemenkopmk.go.id
Menko PMK Muhadjir Effendy. Foto : kemenkopmk.go.id

Watyutink.com - Pemerintah dikabarkan bakal segera menghapus Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Hal ini seiring dengan semakin membaiknya kondisi dan situasi pandemi Covid-19. Pernyataan tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy.

Saat memberikan keterangan, seperti dikutip dari Antara, Senin 23 Mei 2022, Muhadjir mengatakan pemerintah telah mempertimbangkan secara matang. Pemerintah juga mendengarkan masukan berbagai pihak sebelum memutuskan nantinya menghapus PPKM.

"Kalau situasi sudah terkendali, masa PPKM terus," kata Muhadjir.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) ini menilai peluang pemerintah menghapus aturan yang diterapkan selama pandemi Covid-19 itu sangat besar. Bahkan langkah penghapusan bisa dilakukan secepatnya.

Terlebih berdasarkan beberapa indikator kondisi di tanah air semakin membaik. Muhadjir menuturkan salah satu indikator transisi menuju endemi adalah keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan kelonggaran masyarakat beraktivitas tanpa mengenakan masker. Terutama untuk kegiatan di ruang terbuka dengan sirkulasi udara yang baik serta pertimbangan jarak yang aman.

Mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini menambahkan pemerintah juga mulai menghapus kebijakan gelembung perjalanan atau travel bubble. Keputusan itu disampaikan pada pertemuan The Seventh Session of the Global Platform (GPDRR 2022) 23-28 Mei 2022 di Bali.

Pertemuan GPDRR akan dibuka Presiden Joko Widodo pada 25 Mei 2022 sekaligus menjadi ajang uji coba transisi Indonesia menuju endemi Covid-19. Diperkirakan sebanyak 4.300 4.300 peserta dari berbagai negara bakal hadir dalam acara tersebut.

"Peserta boleh kemana-mana nanti di Bali. Kemarin hanya dibatasi di lokasi pertemuan, sekarang sudah boleh dibuka," ujarnya.

Bahkan menurut Muhadjir seluruh tempat usaha seperti kafe, restoran, pub dan berbagai area kuliner di Bali boleh beroperasi selama 24 jam.

Halaman:

Editor: Yusuf Rinaldy

Terkini

X