• Selasa, 5 Juli 2022

Kesulitan Atasi Banjir Rob Semarang, Jawa Tengah, Petugas: Tunggu Instruksi Gubernur Ganjar

- Selasa, 24 Mei 2022 | 16:00 WIB
Susana Pelabutan Tanjung Emas, Sematang. Foto : Antara/Aji Setyawan
Susana Pelabutan Tanjung Emas, Sematang. Foto : Antara/Aji Setyawan

Watyutink.com – Banjir besar akibat jebolnya tanggul di kawasan Pelabutan Tanjung Emas, Semarang, Jawa Tengah masih belum bisa sepenuhnya teratasi.  Petugas sampai saat ini masih kesulitan menambal tanggul yang jebol. Akibatnya hingga Selasa 24 Mei 2022 pukul 12.00 WIB ketinggian air di kawasan tersebut masih mencapai 50 sentimeter hingga 150 sentimeter.

Babinsa Kelurahan Tanjung Emas, Pelda Selamet dalam keterangannya seperti dikutip dari kompas.com, Selasa 24 Mei 2022 mengatakan upaya penanganan tanggul jebol masih menunggu instruksi Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. "Sementara nunggu Pak Gub (Ganjar). Nanti setelah dilihat mungkin ada penanganan ketinggian air masih sekitar dada orang dewasa," kata Selamet

Sementara itu, Pelaksana Tugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPDB) Jateng, Safrudin menyatakan ketinggian air sangat dipengaruhi kondisi tanggul yang jebol. Aliran air dari laut yang cenderung semakin besar terjadi karena kondisi tanggul yang masih jebol dan belum diperbaiki. Akibatnya air laut terus masih dan membanjiri kawasan Pelabutan Tanjung Emas dan sekitarnya.

"Sebelum tanggul jebol kita tutup maka air akan masuk terus, karena itu semakin besar air yang datang," ujarnya. 

Safrudin menuturkan, banjir air laut atau rob kali inmi adalah yang tebesar jika dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Kawasan yang terdampak juga lebih luas. Hampir semua kawasan di Pantai Utara (Pantura) Jawa Tengah, seperti Tegal, Pemalang, Kendal, Semarang, Demak, hingga Jepara juga mengalami kondisi serupa.

Terkait evakuasi kendaraan yang terjebak di pelabuhan, Safrudin mengatakan baru bisa dilakukan hari ini. Sebelumnya petugas masih fokus menyelamatkan karyawan dan warga yang terdampak banjir. Akibarnya puluhan ribu kendaraan yang tenggelam oleh air rob belum bisa dievakuasi. "Hari ini baru bisa dievakuasi dari yang tenggelam tadi malam, karena kemarin tenaga kerja pada menyelamatkan diri," imbuh Safrudin.

Sebelumnya banjir air laut atau rob dilaporkan menerjang kawasan Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang sejak Senin 23 Mei 2022. Banjir akibat air laut pasang itu diperparah dengan jebolnya tanggul di sungai kawasan berikat Lamicitra. Banjir juga meluas ke sejumlah wilayah di Demak dan Pekalongan.

Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Iqbal Alqudussy menyatakan sekitar 8.000 kepala keluarga terdampak banjir rob ini. saat memberikan keterangan, Senin 23 Mei 2022, Iqbal menyebut hingga pukul 19.45 WIB ketinggian air sempat mencapai 190 sentimeter.

“Info terakhir dari tim Ditpolair saat ini masih dilakukan evakuasi pekerja yang terjebak di PT Lamicitra," jelas dia.

Halaman:

Editor: Yusuf Rinaldy

Terkini

Tax Amnesty II Raup Pajak Rp61 Triliun

Jumat, 1 Juli 2022 | 21:45 WIB
X