• Jumat, 1 Juli 2022

Kepala BNPT Sebut Singapura Punya Hak Larang UAS Masuk

- Rabu, 25 Mei 2022 | 09:00 WIB
Kepala BNPT Komjen Boy Rafli Amar. Foto : tribunnews.com
Kepala BNPT Komjen Boy Rafli Amar. Foto : tribunnews.com

Watyutink.com - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Boy Rafli Amar mengatakan Singapura berhak menolak kedatangan siapa pun ke negaranya, termasuk Ustad Abdul Somad (UAS). Boy menyebut Singapura mempunyai penilaian sendiri sebelum akhirnya memutuskan menolak UAS masuk.

Saat memberikan pernyataan di Universitas Bung Karno, Jakarta, Selasa 24 Mei 2022, Boy mengatakan Singapura telah mengamati pernyataan dan ceramah yang disampaikan UAS. Isinya dianggap mengajarkan ekstremisme. Boy menuturkan UAS ditolak karena isi ceramahnya bukan karena pribadinya.

"Singapura punya parameter sendiri dan dia tegas dengan aturan. Jadi diberlakukan bukan karena UAS, tapi karena pengamatan terhadap narasi yang disampaikan UAS," kata Boy.

Mantan Kapolda Papua ini menerangkan penolakan terhadap UAS tidak ada kaitannya dengan agama tertentu. Dia mengatakan Singapura menolak narasi yang mengarah pada ekstremisme.

"Jadi ini bukan berarti kaitan dengan agama tertentu saja, kalau agama lain yang ternyata mengarah ke ekstremisme kekerasan mereka juga menolak karena mereka punya aturan hukum sendiri," ujarnya.

Boy juga menambahkan, Indonesia tidak bisa mengintervensi keputusan Singapura. Negara kota yang berbatasan dengan Batam itu punya hak melakukan hal itu. "Tentu dalam konteks itu, itu hak negara Singapura. Kita tidak bisa intervensi," tuturnya.

Sebelumnya UAS dikabarkan ditolak masuk Singapura pada Senin 16 Mei 2022. Saat itu UAS bersama rombongan, termasuk istri dan anaknya yang masih bayi berniat masuk Singapura melalui Pelabuhan Tanah Merah.

Namun UAS tidak bisa masuk lantaran dicegah petugas imigrasi. Ustad lulusan Universitas Al Azhar, Mesir itu sempat 'dkurung'dalam ruangan berukuran 1x2 meter selama sekitar 1 jam sebelum dipulangkan kembali ke Batam pada hari yang sama.

UAS mengaku ditarik oleh pihak Imigrasi dan terpisah dari rombongannya. UAS mengaku tak ada wawancara dan penjelasan dari pihak Imigrasi terkait kejadian tersebut. Hingga akhirnya pada pukul 17.30 UAS dan rombongan dipulangkan dengan feri terakhir menuju Batam.

Halaman:

Editor: Yusuf Rinaldy

Terkini

X