• Jumat, 1 Juli 2022

Pengamat Sebut Jokowi Berpeluang Kudeta Pucuk Pimpinan PDIP dari Megawati

- Jumat, 27 Mei 2022 | 13:00 WIB
Jokowi dan Megawati. Foto : tempo.co/Imam Sukamto
Jokowi dan Megawati. Foto : tempo.co/Imam Sukamto

Watyutink.com - Joko Widodo (Jokowi) disebut-sebut berpeluang mengeser posisi Megawati Soekarnoputri sebagai Ketua Umum PDIP. Hal ini tak lepas dari posisinya sebagai Presiden RI yang membuat Jokowi mempunyai kekuatan yang harus diperhitungkan. 

Pengamat komunikasi politik Universitas Padjadjaran (Unpad), Dadang Rahmat menilai Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri berpotensi dikudeta oleh Presiden Joko Widodo. Meskipun saat ini sosok Megawati menjadi tiang dan kekuatan utama PDIP. 

Saat memberikan keterangan, seperti dikutip dari poskota.co.id, Kamis 26 Mei 2022, Dadang mengatakan peluang tersebut tetap ada, meskipun agak sulit untuk dijalankan saat ini. Menurut Dadang posisi Megawati masih sangat penting bagi partai berlogo Banteng moncong putih itu. 

Dadang menerangkan, figur dalam partai politik menjadi kekuatan tersendiri. Ia menuturkan kondisi tersebut juga terjadi di beberapa partai politik (Parpol) yang juga mempunyai sosok pimpinan yang kuat. 

"Misalnya Golkar, dulu di awal-awalnya selalu militer, ke sininya pengusaha, dan bisa dari kelompok manapun, dari faksi-faksi yang selama ini ada di Golkar. Itu dinamis,” tegasnya.

Dadang juga mencontohkan PKB yang pimpinannya tidak jauh dari lingkungan Nahdlatul Ulama (NU). Di partai ini juga punya pengaruh kuat keluarga Gus Dur terbilang signifikan.

Dadang menambahkan, untuk PDIP saat ini masih kental dengan keluarga Proklamator Soekarno atau Bung Karno. Itulah sebabnya peluang menggeser Megawati yang tak lain adalah anak Bung Karno terbilang kecil. Pasalnya PDIP dibangun dengan landasan ideologis yang kultural, yakni ideologis dari keluarga Bung Karno.

Namun Dadang menekankan peluang Megawati dikudeta masih tetap ada. Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) Unpad ini mencontohkan posisi Abdurachman Wahid atau Gus Dur di PKB bisa digeser oleh Muhaimin Iskandar. Menurutnya dalam politik semua kemungkinan bisa saja terjadi.

“Jadi saya melihat sampai saat ini potensi kudeta ada tapi tidak terlalu besar, atau belum besar lah. Kecuali kalau nanti dari keluarga Bung Karnonya sendiri yang kemudian melepaskan," imbuh Dadang. 

Halaman:

Editor: Yusuf Rinaldy

Terkini

X