• Jumat, 1 Juli 2022

Gegara PPN dan Cukai Naik, Harga Rokok Nyaris Rp40.000

- Jumat, 27 Mei 2022 | 14:00 WIB
Harga rokok jadi semakin mahal. Foto : sindonews.com/flickr
Harga rokok jadi semakin mahal. Foto : sindonews.com/flickr

Watyutink.com - Harga rokok di sejumlah ritel modern dilaporkan terus mengalami kenaikan. Kondisi ini bahkan sudah dirasakan sejak awal 2022. Hal ini setepah pemerintah menaikkan tarif cukai hasil tembakau (CHT) rata-rata 12 persen.

Kenaikan harga rokok juga diakibatkan kenaikan pajak pertambahan nilai (PPN) atas hasil tembakau berupa sigaret, cerutu, rokok daun, tembakau iris, rokok elektrik, hingga hasil pengolahan tembakau lainnya
menjadi 9,9 persen. Kenaikan PPN terjadi
sejak 1 April 2022.

Dikutip dari cnnindonesia.com, Kamis 26 Mei 2022 di Alfamart Tegal Parang, Jakarta, terlihat harga beberapa merek rokok seperti Sampoerna Mild naik dari Rp26.400 per bungkus pada Januari 2022 menjadi Rp29.300 pada Rabu 25 Mei 2022.

Harga Djarum Super dari Rp20.600 naik menjadi Rp21.200 per bungkus. Kenaikan cukup tajam diterjadi pada rokok merek Marlboro dari Rp33.700 menjadi Rp36.900 per bungkus. Magnum biru dari Rp23.300 naik menjadi Rp24 ribu. Dji Sam Soe naik dari Rp18.200 menjadi Rp19.800 per bungkus.

Karyawan di Alfamart bernama Isna mengatakan kenaikan harga rokok terjadi secara bertahap. Rata-rata harga naik Rp100 hingga Rp200 per bungkus.

"Rata-rata naik Rp100, cuma naiknya itu beberapa kali ada yang Rp200 juga, tergantung merek," ujar karyawan berusia 25 tahun ini.

Hal yang sama juga terjadi di Indomaret. Rokok merek Marlboro naik dari Rp32.500 pada Januari 2022 menjadi Rp36.800 per bungkus pada Rabu 25 Mei 2022. Dji Sam Soe naik dari Rp18.000 menjadi Rp19.600 per bungkus.

Gudang Garam Filter naik dari Rp20.000 menjadi Rp21.000 per bungkus, Sampoerna Mild dari Rp26.200 menjadi Rp28.000 dan Magnum hitam naik dari Rp17.600 menjadi Rp19.500.

"Dari Januari naik terus rata Rp200 cuma sering naiknya itu," ungkap Novita (21), karyawan di Indomaret Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.

Halaman:

Editor: Yusuf Rinaldy

Terkini

X