• Selasa, 5 Juli 2022

Kemendagri Bantah Kabar WNA China Dibuatkan e-KTP untuk Pemilu 2024

- Selasa, 31 Mei 2022 | 16:00 WIB
Dirjen Dukcapil Kemendagri Zudan Arif Fakhrulloh. Foto : kompas.tv
Dirjen Dukcapil Kemendagri Zudan Arif Fakhrulloh. Foto : kompas.tv

Watyutink.com – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) membantah kabar adanya warga negara asing (WNA) asal China yang dibuatkan kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP). Kabar yang beredar di media sosial (medsos) menyebutkan pembuatan e-KTP ini untuk kepentingan pemilihan umum (Pemilu) 2024. Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dirjen Dukcapil) Kemendagri Zudan Arif Fakhrulloh menegaskan informasi tersebut tidak benar.

Dalam keterangan tertulis yang diterima awak media, Selasa 31 Mei 2022, Zudan mengatakan informasi yang beredar itu adalah berita lama. Ia menyebut berita tentang adanya WNA yang mendapat e-KTP pernah beredar pada 2020.

“Ada framing menggunakan berita lama pada 2020,”ujar Zudan dalam keterangannya.  

Zudan menerangkan sesuai Undang-Undang (UU) Nomor 23 Tahun 2006 juncto UU Nomor 23 Tahun 2013 tentang Administrasi Kependudukan disebutkan bahwa setiap WNA yang memiliki Kartu Izin Tinggal Tetap (KITAP) akan diberikan e-KTP. Namun hal itu bisa dilaksanakan setelah melalui persyaratan yang sangat ketat.

"Tetapi, syaratnya sangat ketat. Harus memiliki KITAP yang diterbitkan Ditjen Imigrasi Kemenkumham," lanjut Zudan.

Mantan Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Gorontalo ini menambahkan berdasarkan database di Dukcapil Kemendagri, saat ini sekitar 13.000 WNA sudah mengurus e-KTP. Terbanyak dari Korea Selatan, Jepang, Australia, Belanda dan China. Itulah sebabnya Zudan memastikan informasi yang menyebut jumlah WNA yang mempunyai e-KTP mencapai jutaan adalah hoaks atau berita bohong.

"Jadi, tidak ada jutaan jumlahnya. Nah, WNA dari negara mana yang terbanyak ? Korea Selatan, Jepang, Australia, Belanda, China, Amerika Serikat, Inggris, India, Jerman, dan Malaysia,” ujar Zudan.

Sebelumnya beredar di media sosial berita soal Ditreskrimum Polda Sulawesi Tenggara yang berhasil membongkar kasus pemalsuan e-KTP. Dalam kasus ini polisi telah memeriksa 10 saksi dalam dugaan e-KTP palsu milik seorang WNA asal China berinisial Mr W.

Ternyata berita yang sempat beredar itu terjadi pada 2020. Dalam berita itu tertulis keterangan yang disampaikan Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Sultra yang saat itu masih dijabat Kombes La Ode Aries El Fatar. "Kita sudah melakukan pemeriksaan 10 orang saksi baik perangkat desa yang ada di Konawe Utara, kemudian masyarakat, pelapor, kemudian dari Dukcapil Kota Kendari," kata La Ode Aries di Kendari.

Halaman:

Editor: Yusuf Rinaldy

Terkini

Tax Amnesty II Raup Pajak Rp61 Triliun

Jumat, 1 Juli 2022 | 21:45 WIB
X