• Selasa, 5 Juli 2022

Diperlukan Seperti 'Anak Tiri', Panitia Formula E Tolak Tawaran Pertamina

- Jumat, 3 Juni 2022 | 13:00 WIB
Chairman Organizing Committee (COC) Jakarta E-Prix Ahmad Sahroni. Foto : Instagram @ahmadsahroni88
Chairman Organizing Committee (COC) Jakarta E-Prix Ahmad Sahroni. Foto : Instagram @ahmadsahroni88

Watyutink.com - Chairman Organizing Committee (COC) Jakarta E Prix Ahmad Sahroni mengakui pihaknya mendapat perlakuan berbeda dari pemerintah pusat. Jika dibanding perhelatan MotoGP di Sirkuit Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat NTB, acara Jakarta E-Prix seperti 'anak tiri.' Padahal kedua event balap itu sama-sama berskala internasional dan mengharumkan nama Indonesia.

Perlakuan bak anal tiri terlihat dari tidak adanya perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bersedia menjadi sponsor lomba balap mobil listrik Formula E yang digelar di Jakarta International E-Prix Circuit (JIEC) Ancol, Jakarta Utara, Sabtu 4 Juni 2022.

"Sama sekali belum (sponsor dari BUMN)," ujar Sahroni, Kamis 2 Juni 2022.

Politisi Partai Nasdem ini pun mengaku pasrah dengan apa perlakuan pemerintah terhadap Jakarta E-Prix. Sahroni juga memaklumi jika tidak ada BUMN yang menjadi sponsor. Bisa jadi karena saat ini banyak perusahaan milik negara yang tengah mengalami kesulitan keuangan. Sahroni justru merasa kasihan dengan kondisi BUMN saat ini.

Sejatinya panitia Formula E sempat menera tawaran kerja sama perusahaan milik negara, yakni PT Kilang Pertamina International yang merupakan anak usaha PT Pertamina. Namun tawaran tersebut akhirnya dibatalkan.

VP Organizing Committee (OC) Formula E Iman Sjafei menjelaskan skema kerjasama yang ditawarkan adalah PT Kilang Pertamina memberikan diskon untuk pembelian bahan bakar. Iman menuturkan panitia Formula E perlu membeli bahan bakar guna menyalakan generator yang digunakan untuk pengisian ulang baterai mobil balap listrik.

"Bukan sponsor, tapi mereka ngasih diskon dari pembelian bahan bakar,” ujar Imam saat memberikan keterangan, Rabu 1 Juni 2022.

PT Kilang Pertamina International berniat memberikan diskon Rp1 miliar dari total pembelian bahan bakar seharga Rp3 miliar. Namun demi prinsip Good Corporate Government (GCG), tawaran itu ditolak. Panitia Formula E khawatir diskon tersebut bakal menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

"Jadi, most likely enggak jadi. Biar GCG panitia memutuskan enggak ambil diskon itu karena kami pikir pemberian diskon ini akan dicek BPK,” ujar Imam.

Halaman:

Editor: Yusuf Rinaldy

Terkini

Tax Amnesty II Raup Pajak Rp61 Triliun

Jumat, 1 Juli 2022 | 21:45 WIB
X