• Minggu, 4 Desember 2022

Anggota DPR Tolak Rencana Harga Tiket Candi Borobudur Naik jadi Rp750.000

- Senin, 6 Juni 2022 | 13:00 WIB
Candi Borobudur. Foto : Instagram @yonatan_kristianto
Candi Borobudur. Foto : Instagram @yonatan_kristianto

Watyutink.com – Rencana pemerintah menaikkan harga tiket masuk Candi Borobudur di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah mendapat penolakan berbagai pihak, tak terkecuali para anggota DPR RI. Rencana kenaikan yang disampaikan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan itu dinilai belum melalui kajian matang. Itulah sebabnya anggota dewan meminta pemerintah melakukan evaluasi terlebih dahulu sebelum memutuskan.

Pendapat tersebut disampaikan Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda. Saat memberikan keterangan, Senin 6 Juni 2022, Huda menegaskan pihaknya tidak setuju dengan rencana harga tiket masuk Candi Borobudur dinaikkan dari Rp50.000 menjadi Rp750.000. Jika recana itu ternyata sudah diputuskan, Huda meminta agar dilakukan evaluasi.   

"Saya pada posisi tidak setuju. Saya tidak setuju dan kalau sudah diputuskan saya kira perlu dilakukan evaluasi," kata Huda.

Politisi PKB ini mengakui alasan yang disampaikan Luhut terkait kenaikan harga tiket Candi Borobudur memang bisa diterima. Namun menurutnya masih ada alternatif lain guna mencegah terjadinya penumpukan pengunjung di atas Candi Borobudur, terutama di area Stupa. Huda mencontohkan pembatasan bisa dilakukan dengan mengatur jam kunjungan.

Selain itu juga bisa dengan membatasi jumlah pengunjung setiap harinya. Artinya menurut Huda menaikkan harga tiket bukan satu-satunya cara menjaga kelestarian bangunan yang termasuk 7 keajaiban dunia itu. "Pada konteks praktiknya, saya pikir masih ada cara lain kalau konteksnya proteksi, dalam rangka memproteksi itu. Bukan menaikkan (tarif) tiketnya," ujar Huda.

Anggota DPR dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Barat VII itu menegaskan Candi Borobudur tak boleh menjadi destinasi wisata eksklusif. Borobudur harus menjadi destinasi wisata yang bisa diakses oleh sebanyak-banyaknya wisatawan. Menaikkan harga tiket masih justru menjauhkan Borobudur dari masyarakat.

Huda pun meminta Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) membuka ruang dialog dengan berbagai pihak, termasuk Komisi X DPR terkait rencana menaikkan harga tiket masuk  Candi Borobudur. "Ya kita minta supaya ada diskusi dulu. Ada semacam konsultasi publik dulu dan saya kira Kemenparekraf bisa mengambil inisiatif," ujarnya.

Anggota Komisi VII DPR RI Putu Supadma Rudana mempunya pendapat serupa. Supadma menilai menaikkan harga tiket masuk Candi Borobudur kurang tepat. Pasalnya daya beli masyarakat saat ini belum sepenuhnya pulih setelah terdampak pandemic Covid-19. Itulah sebabnya Supadma meminta pemerintah mempertimbangkan kembali rencana tersebut.

"Kenaikan tiket Borobudur saat ini belum tepat, karena daya beli masyarakat masih rendah di fase endemi ini," kata Supadma, Minggu 5 Juni 2022.

Halaman:

Editor: Yusuf Rinaldy

Terkini

X