• Selasa, 5 Juli 2022

Gelar Aksi Demo di Depan Kantor Ganjar Pranowo, Warga Wadas Disambut Kawat Berduri

- Senin, 6 Juni 2022 | 16:10 WIB
Ilustrasi Ganjar terima peserta aksi demo. Foto : cnnindonesia.com/Damarsinuko
Ilustrasi Ganjar terima peserta aksi demo. Foto : cnnindonesia.com/Damarsinuko

Watyutink.com – Warga Desa Wadas, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah harus menerima kenyataan pahit. Saat akan aksi di depan Kantor Gubernur Jawa Tengah (Jateng) di Kota Semarang, Senin 6 Juni 2022, warga justru disambut dengan kawat berduri.

Aksi demonstrasi dilakukan oleh Gerakan Masyaralkat Peduli Alam Desa Wadas (Gempadewa) dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup. Video yang memperlihatkan aksi demo tersebut diunggah di akun twitter resmi masyarakat Wadas, @ Wadas_Melawan. Terdapat 2 video yang diunggah akun tersebut, masing-masing berdurasi 19 detik dan 24 detik. Keduanya memperlihatkan kawat berduriyang terpasang di depan gedung tempat Gubernur Ganjar Pranowo berkantor.

Dalam video tersebut terlihat pula beberapa warga Desa Wadas meneriakkan tuntutan dan menyanyikan lagu terkait kondisi lingkungan di desa mereka. Terlihat pula beberapa anggota polisi yang berjaga-jaga di balik deretan kawat berduri yang mengelilingi gerbang masuk Kantor Gubernur Jawa Tengah.

Dalam aksinya warga menuntut setidaknya 6 hal, yakni mencabut Izin Penetapan Lokasi (IPL) pertambangan di Desa Wadas, menghentikan rencana pertambangan, dan menghentikan manipulasi hukum yang membodohkan warga Wadas.

Selain itu, warga Wadas juga menuntut pemerintah menghentikan kriminalisasi, intimidasi, dan represifitas yang dilakukan oleh aparat negara, menghentikan segala bentuk teror psikologis pelemahan perjuangan warga dalam mempertahankan tanah, serta menghentikan segala bentuk kerusakan dan eksploitasi sumber daya alam.

"Kawat besi ini digunakan untuk menutupi gerbang menuju Kantor Gubernur, ketika Warga Wadas datang untuk melakukan aksi Hari Lingkungan Hidup begitukah caranya yang katanya Wakil Rakyat?" tulis akun Wadas Melawan.

Akun tersebut menegaskan warga Desa Wadas akan tetap konsisten menolak penambangan batu andesit di tempat tinggl mereka. Rencananya batuan andesit itu bakal digunakan untuk proyek pembangunan Bendungan Bener.

Warga Wadas menyebut sambutan yang mereka terima berbanding terbalik dengan sambutan yang diteima Ganjar saat berkunjung ke Wadas. Saat itu Ganjar mendapat sambutan hangat. Bahkan warga memberikan hasil buminya kepada politisi PDIP itu. Akun @Wadas_Melawan juga mengunggah kompilasi foto yang memperlihatkan sambutan warga saat Ganjar berkunjung. Foto warga menyerahkan buah-buahan dan sayur-mayur kepada Ganjar ditampilkan berdampingan dengan foto kawat berduri di depan Kantor Gubernur Jawa Tengah.

"Begitukah ndoro @ganjarpranowo yang katanya 'Tuanku ya Rakyatku, Gubernur cuma Mandat?' Lha kok tuanya datang dari #WadasMelawan disambut sama gulungan besi berduri? Ga inget po pas sampeyan datang ke wadas, terus disambut dengan baik oleh warga?? #WadasKonsistenMelawan," tulis akun tersebut.

Halaman:

Editor: Yusuf Rinaldy

Terkini

Tax Amnesty II Raup Pajak Rp61 Triliun

Jumat, 1 Juli 2022 | 21:45 WIB
X