• Selasa, 5 Juli 2022

PLN Ingatkan Masyarakat, Tagihan Listrik Juni 2022 Bakal Naik

- Senin, 20 Juni 2022 | 13:00 WIB
PLN sebut tagihan listrik Juni 2022 bakal naik karena masuk masa libur sekolah
PLN sebut tagihan listrik Juni 2022 bakal naik karena masuk masa libur sekolah

Watyutink.com – PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) mengigatkan masyarakat akan adanya kenaikan tagihan listrik pada Juni 2022. Namun hal itu bukan akibat pemerintah menaikkan tarif listrik. Melainkan lantaran pada Juni 2022 bertepatan dengan masa libur sekolah. Sehingga sangat mungkin terjadi peningkatan volume penggunaan listrik yang memicu kenaikan jumlah tagihan.

Saat mengikuti diskusi bertema, ‘Kebijakan tarif Listrik Berkeadilan’ Jumat 17 Juni 2022, Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN, Bob Saril menerangkan jumlah tagihan listrik yang dibayar konsumen sangat tergantung besarnya arus listrik yang digunakan. Semakin besar penggunaan semakin besar pula tagihan yang harus dibayar.

Bob menambahkan saat memasuki masa libur sekolah bisanya memicu penggunaan listrik yang lebih besar. Hal ini lantaran pada masa libur sekolah banyak perangkat listrik yang digunakan disiang hari, seperti pendingin ruangan atau air condition (AC), televisi dan peralatan rumah tangga lainnya. Itulah sebabnya menurut Bob, libur sekolah bisa memicu peningkatan jumlah tagihan listrik.

"Nanti mungkin bulan ini kan akan terbit rekening, tiba-tiba naik pembayaran. Pasti bisa. Kenapa? karena volumenya (meningkat)," kata Bob saat berbicara dalam diskusi tersebut.

Bob pun meminta masyarakat tidak serta-merta menyalahkan pemerintah saat mengalami kenaikan tagihan listrik. Pasalnya pada bulan ini pemerintah tidak menaikkan tarif listrik. Konsumen membayar lebih mahal karena memang arus listrik yang digunakan meningkat.

"Tidak akan naik tarif apapun itu. Tidak akan disesuaikan pada bulan ini. Tidak ada," tegas Bob.

Sebelumnya Direktur Jenderal Ketenagalistrikan, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Rida Mulyana mengatakan pemerintah bakal melakukan penyesuaian tarif listrik. Namun keputusan tersebut baru berlaku mulai 1 Juli 2022. Kenaikan tarif bakal diterapkan terhadap pelanggan rumah tangga golongan R2 dan R3, yakni dengan daya 3.500 Volt Ampere (VA) ke atas. Kenaikan tarif juga diperuntukkan bagi golongan pemerintah atau P1, P2, dan P3 atau golongan pelanggan non subsidi.

Dalam keterangannya, Rida menjelaskan tarif listrik golongan rumah tangga 3.500 VA ke atas naik dari Rp1.444,7 per kilowatt jam atau kilo Watt hour (kWh) menjadi Rp1.699 per kWh atau naik 17,64 persen. Kenaikan dengan nilai yang sama diterapkan terhadap golongan pemerintah dengan daya 6.600 VA (P1) hingga 200 kiloVolt Ampere (kVA) dan P3.

Sedangkan, kantor pemerintahan dengan daya lebih dari 200 kVA (P2), tarif listrik naik dari Rp1.114,7kWh menjadi Rp1.522 per kWh atau naik 36,61 persen.

Halaman:

Editor: Yusuf Rinaldy

Tags

Terkini

Tax Amnesty II Raup Pajak Rp61 Triliun

Jumat, 1 Juli 2022 | 21:45 WIB
X