• Jumat, 1 Juli 2022

Hasto Tegaskan PDIP Tak Bakal Berkoalisi dengan PKS dan Demokrat

- Kamis, 23 Juni 2022 | 13:00 WIB
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto (Dok. DPP PDIP)
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto (Dok. DPP PDIP)

 

Watyutink.com - Di tengah upaya pimpinan partai politik (parpol) saling menjalin komunikasi, Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP Hasto Kristiyanto justru melontarkan pernyataan menarik. Hasto menegaskan PDIP tidak akan menjalin kerjasama atau koalisi dengan PKS dan Partai Demokrat.

Saat berbicara di Sekolah PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan Kamis 23 Juni 2022, Hasto menerangkan PDIP mempunyai karakteristik yang berbeda dengan PKS, baik pendukung maupun prinsip dalam berpolitik. Sehingga kedua partai sangat sulit bisa bersatu dan saling bekerjasama terutama menghadapi Pemilihan Umum (Pemilu) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

"Ya, kalau dengan PKS tidak," kata Hasto disela-sela acara Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PDIP di Lenteng Agung, Jakarta Selatan.

Hasto menambahkan PDIP juga bakal sulit bergandeng tangan dengan Partai Demokrat. Hal ini lantaran dinamika politik yang mengarah pada sulitnya kerjasama kedua partai bisa terjadi.

Selain karena perbedaan karakteristik, basis masa PDIP juga berbeda dengan partai pimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) itu. Hasto menyebut PDIP berbasis 'wong cilik' dan tidak menyukai kamuflase dalam berpolitik. Hal inilah yang menghalangi terbentuknya koalisi dengan Partai Demokrat.

"Saya pribadi sebagai Sekjen memang tidak mudah untuk bekerja sama dengan partai Demokrat karena dalam berbagai dinamika politik menunjukkan hal itu," ujar Hasto.

Politisi kelahiran Yogyakarta ini menekankan pendukung partai Banteng Moncong Putih adalah rakyat atau wong cilik yang suka apa adanya. "Rakyat yang bicara dengan bahasa rakyat sehingga aspek historis itu tetap dilakukan," imbuh Hasto.

Sampai saat ini PDIP belum menentukan dengan siapa bakal berkoalisi pada Pemilu dan Pilpres 2024. Hasto memastikan pada saatnya nanti pihaknya akan membuka komunikasi dengan partai-partai lain. Terutama membahas siapa figur yang bakal diusung sebagai Capres dan Cawapres 2024.

"Akan tiba saatnya komunikasi intens kerja sama politik dalam kaitan untuk mengusung Paslon itu dilakukan melalui pendekatan-pendekatan yang jauh lebih intens," katanya.

Halaman:

Editor: Yusuf Rinaldy

Tags

Terkini

X