• Selasa, 5 Juli 2022

Ganjar Bacakan Rekomendasi PDIP Soal Capres 2024, Pengamat: Peringatan Keras untuk Relawan

- Jumat, 24 Juni 2022 | 10:30 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo  (Instagram @ganjar_pranowo)
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (Instagram @ganjar_pranowo)

Watyutink.com - Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PDIP resmi ditutup pada Kamis 23 Juni 2022. Pada acara yang diselenggarakan di Sekolah PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan itu menghasilkan 7 rekomendasi yang salah satunya tentang Calon Presiden (Capres) dan Calon Wakil Presiden (Cawapres) yang bakal diusung pada 2024.

Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo yang membacakan rekomendasi menegaskan penetapan Capres dan Cawapres adalah hak prerogatif Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Pernyataan Ganjar itu langsung mendapat sambutan dan tepuk tangan peserta Rakernas.

"Rakernas II partai menegaskan bahwa penetapan pasangan calon presiden dan wakil presiden yang akan diusung oleh PDI Perjuangan pada Pemilu 2024 berdasarkan keputusan Kongres V partai, AD/ART partai, dan tradisi demokrasi partai adalah hak prerogatif Ketua Umum Megawati Soekarnoputri," kata Ganjar.

Sementara itu Megawati dalam pidatonya menyinggung soal partainya yang sampai saat ini belum mengumumkan siapa Capres yang bakal diusung. Dalam kesempatan tersebut Presiden ke-5 RI itu menyatakan tidak salah dulu memilih Joko Widodo (Jokowi) sebagai Presiden.

"Saya merasa berterima kasih bahwa saya tidak salah pilih ketika waktu saya men-declare Pak Jokowi, orang kan dengan sinis mengatakan, 'Siapa toh Pak Jokowi, nggak dikenal kok Ibu Mega berani-berani mengajukan dia'. Saya diam saja," ujar.  Megawati.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah menilai pemilihan Ganjar untuk membacakan rekomendasi Rakerna bukan tanpa alasan. Dedi menyebut tindakan itu sebagai cara Megawati memberikan peringatan, baik kepada Ganjar maupun para relawan dan pendukung Gubernur Jawa Tengah itu.

Menurut Dedi, Megawati seolah sedang menunjukkan kekuasaannya sebagai pemegang keuasaan di PDIP. Termasuk soal pemilihan Capres-Cawapres yang menjadi kewenangannya sebagai Ketum PDIP. Sehingga tidak boleh ada kader yang bisa bertindak di luar instruksinya.

Saat berbicara Kamis 23 Juni 2022, Dedi juga menilai putri Proklamator Soekarno itu sedang memberikan pesan sekaligus peringatan kepada relawan dan pendukung Ganjar. Penunjukan membaca rekomendasi menunjukkan Ganjar hanya kader yang harus mematuhi perintah partai sekaligus tetap setia kepada PDIP.

Meski demikian, Dedi menyebut Ganjar tetap mendapat tempat spesial di partai banteng moncong putih itu. Pasalnya diakui atau tidak Ganjar memiliki basis masa yang cukup penting bagi PDIP.

Halaman:

Editor: Yusuf Rinaldy

Tags

Terkini

Tax Amnesty II Raup Pajak Rp61 Triliun

Jumat, 1 Juli 2022 | 21:45 WIB
X