• Sabtu, 20 Agustus 2022

Minta Masyarakat Maklum Harga Kebutuhan Pokok Mahal, Mendag: Lebih Murah Dibanding Singapura

- Sabtu, 25 Juni 2022 | 09:00 WIB
Mendag Zulkifli Hasan berdialog dengan pedagang pasar (Instagram @zul.hasan)
Mendag Zulkifli Hasan berdialog dengan pedagang pasar (Instagram @zul.hasan)

Watyutink.com - Menteri Perdagangan (Mendag), Zulkifli Hasan mengakui harga berbagai kebutuhan pokok di tanah air mengalami kenaikan. Meski beberapa mengalami penurunan, namun jika dibanding sebelum Ramadhan, harganya masih terasa mahal.

Salah satunya adalah telur ayam yang saat ini rata-rata dijual seharga Rp28.000 per kilogram (kg). Menteri yang biasa disapa Zulhas itu menyebut ada penurunan dari sebelumnya saat telur ayam seharga Rp29.000 per kg. Namun diakuinya jauh lebih mahal ketimbang sebelum bulan puasa seharga Rp24.000 per kg.

Terhadap mahalnya harga kebutuhan pokok Zulhas meminta masyarakat memakluminya. Saat berbicara di Pasar Kramatjati, Jakarta Timur, Sabtu 25 Juni 2022, Zulhas berdalih harga telur ayam mahal lantaran selama 2 tahun peternak menderita kerugian. Sehingga wajar jika saat ini harganya tidak turun karena peternak sedang berusaha menutup kerugian.

"Saya berharap ini bisa dimaklumi. Karena peternak ayam petelur sudah dua tahun lebih rugi. Jadi kalau baru sebulan ini untuk menutupi kerugian yang kemarin, saya kira wajar ya," kata Zulhas.

Baca Juga: Mulai Juli 2022 Beli Minyak Goreng Harus Pakai NIK dan PeduliLindungi

Ketua Umum PAN ini menambahkan, sejatinya kondisi di tanah air lebih baik ketimbang negara lain. Zulhas mencontohkan Singapura yang harga kebutuhan pokok jauh lebih mahal. Di negeri tetangga itu harga beras kualitas premium sebesar Rp32.000 per liter. Sedangkan di Indonesia rata-rata Rp10.000-Rp20.000 per liter.

Di Singapura daging ayam seharga Rp129.000 per kg, daging sapi Rp170.000 per kg. Sedangkan di Indonesia daging ayam seharga Rp38.000, daging sapi Rp140.000 per kg. Zulhas menyebut murahnya harga di tanah air karena pemerintah memberikan subsidi yang luar biasa besar.

Zulhas menuturkan subsidi yang diberikan pemerintah untuk kebutuhan pokok sudah sangat besar, hingga mencapai Rp500 triliun. Jika dipaksa menambah subsidi menurut Zulhas pemerintah bisa kolaps atau bangkrut.

Baca Juga: Luhut dan Zulhas Janji Masalah Harga Minyak Goreng Selesai dalam Waktu 1 Bulan

Halaman:

Editor: Yusuf Rinaldy

Tags

Terkini

X