• Sabtu, 20 Agustus 2022

Jadi Tersangka Kasus Miras Gratis untuk Muhammad, 6 Karyawan Holywings Terancam 10 Tahun Penjara

- Sabtu, 25 Juni 2022 | 10:30 WIB
Promo miras gratis Holywings  (Twitter )
Promo miras gratis Holywings (Twitter )

Watyutink.com - Sebanyak 6 orang karyawan restoran Holywings ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penistaan agama. Kasus bernuansa Suku Agama Ras dan Antargolongan (SARA) ini bermula dari iklan promo minuman keras atau miras gratis bagi pembeli yang mempunyai nama 'Muhammad' dan 'Maria.'

Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Polisi Budhi Herdi Susianto dalam keterangannya Jumat 24 Juni 2022 menjelaskan keenam tersangka adalah EJD (27 tahun) selaku direktur kreatif, NDP (36) selaku head tim promotion, DAD (27) desain grafis, EA (22) admin tim promosi, AAB (25) sosial media officer, dan AAM (25) admin tim promo.

Sedangkan barang bukti yang sudah disita polisi berupa screenshots atau tangkapan layar akun media sosial (medsos) Holywings, komputer atau PC, eksternal harddisk, telepon seluler dan laptop masing-masing 1 buah.

Baca Juga: Ditemukan Unsur Babi, MUI Tegaskan Vaksin Covovax Asal India Haram

"Beberapa orang tersebut kita naikkan statusnya dari saksi menjadi tersangka. Ada enam orang yang kita jadikan sebagai tersangka. Semuanya bekerja di Holywings kawasan BSD," kata Budhi.

Mantan Kapolres Metro Jakarta Utara itu menerangka pengungkapan kasus ini bermula dari patroli siber yang dilakukan anggotanya. Polisi menemukan unggahan di akun Instagram Holywings yang menawarkan minuman keras atau miras gratis kepada pelanggan bernama 'Muhammad' dan 'Maria.'

Diduga perbuatan tersebut dilakukan Holywings untuk menarik pelanggan datang ke bar dan resto yang mempunyai beberapa cabang di Jakarta itu. Polisi menduga dalam kasus tersebut ada unsur pidana yang berpotensi menimbulkan hate speech bernuansa SARA dan penistaan agama.

"Dari postingan tersebut kemudian kami melakukan patroli siber, dari patroli yang dilakukan patroli siber itu Polres Metro Jakarta Selatan kami kemudian mendapatkan info keterangan bahwa info tersebut benar dikeluarkan secara resmi dengan oleh pihak HW dan lokasinya memang kantor pusatnya di daerah BSD, Tangsel," ujar Budhi.

Atas perbuatannya para tersangka dijerat dengan pasal 14 ayat 1 dan 2 UU No. 1 tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana, khususnya pasal menyiarkan berita atau pemberitahuan bohong, dengan sengaja menerbitkan keonaran di kalangan rakyat. Keenam tersangka juga diduga melanggar pasal 156 atau pasal 156a KUHP yang pokoknya bersifat permusuhan, penyalahgunaan atau penodaan terhadap suatu agama.

Halaman:

Editor: Yusuf Rinaldy

Tags

Terkini

X