• Minggu, 29 Januari 2023

Ditemukan Unsur Babi, MUI Tegaskan Vaksin Covovax Asal India Haram

- Sabtu, 25 Juni 2022 | 13:00 WIB
Majelis Ulama Indonesia (MUI) (mui.or.id)
Majelis Ulama Indonesia (MUI) (mui.or.id)

Watyutink.com - Masyarakat khususnya umat Islam harus lebih berhati-hati saat akan melakukan vaksinasi Covid-19. Pasalnya Majelis Ulama Indonesia (MUI) menemukan adanya vaksin Covid-19 yang mengandung unsur babi. Vaksin tersebut adalah Covovaximirnaty. Dalam fatwanya MUI menegaskan vaksin yang dikenal dengan nama Covovax haram.

Dikutip dari laman resmi MUI, Sabtu 25 Juni 2022, disebutkan bahwa vaksin buatan Serum Institute of India Pvt itu diproduksi dengan menggunakan enzim pangkreas babi. Fatwa nomor 10 Tahun 2022 tentang Hukum Vaksin Covid-19 itu ditandatangani Ketua Umum MUI KH Miftachul Akhyar, Sekjen MUI Amirsyah Tambunan, Ketua Komisi Fatwa MUI Hasanuddin AF, dan Sekretaris Komisi Fatwa MUI KH Miftahul Huda pada 7 Februari 2022.

"Vaksin Covid-19 produksi Serum Institute of India Pvt ini hukumnya adalah haram," ujar MUI dalam fatwanya.

MUI juga memberikan 6 rekomendasi terkait vaksin virus corona atau Covid-19. Pertama, MUI meminta pemerintah memprioritaskan semaksimal mungkin penggunaan vaksin Covid-19 yang halal, terutama untuk umat Islam. Kedua, pemerintah perlu mengoptimalkan pengadaan vaksin Covid-19 yang tersertifikasi halal.

Baca Juga: Jadi Tersangka Kasus Miras Gratis untuk Muhammad, 6 Karyawan Holywings Terancam 10 Tahun Penjara

Ketiga, MUI meminta pemerintah memastikan vaksin Covid-19 lain yang akan digunakan disertifikasi halal dalam kesempatan pertama. Hal ini guna mewujudkan komitmen pemerintah terhadap vaksinasi yang aman dan halal.

Keempat, pemerintah harus menjamin dan memastikan keamanan vaksin yang digunakan. MUI juga meminta dalam melakukan vaksinasi, pemerintah menggunakan dasar pertimbangan para ahli yang kompeten dan terpercaya. Langkah tersebut guna mencehah timbulnya dampak yang membahayakan atau

Selain itu, MUI juga meminta pemerintah tidak boleh melakukan vaksinasi dengan vaksin yang berdasarkan pertimbangan ahli yang kompeten dan terpercaya, menimbulkan dampak yang membahayakan.

Baca Juga: Sampaikan Kabar Duka, Kemenag: 9 Jamaah Calon Haji Wafat di Tanah Suci

"Terakhir, mengimbau kepada semua pihak untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan memperbanyak istighfar, istighasah, dan bermunajat kepada Allah SWT," ujar MUI dalam rekomendasinya.

Halaman:

Editor: Yusuf Rinaldy

Tags

Terkini

X