• Sabtu, 20 Agustus 2022

Mendag Sebut Jika Harga Kebutuhan Pokok Diturunkan, Listrik bisa Padam Jalan Rusak Tak Diperbaiki

- Minggu, 26 Juni 2022 | 09:00 WIB
Mendag Zulkifli Hasan berdialog dengan pedagang telur di Pasar Kramatjati  (Twitter @Kemendag)
Mendag Zulkifli Hasan berdialog dengan pedagang telur di Pasar Kramatjati (Twitter @Kemendag)

Watyutink.com - Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan menyatakan pemerintah sudah memberikan subsidi yang cukup besar untuk menekan harga kebutuhan pokok. Itulah sebabnya harga kebutuhan pokok, terutama sektor pangan di Indonesia bisa lebih murah dibanding negara lain seperti Singapura dan Vietnam.

Saat berkunjung ke Pasar Kramatjati, Jakarta Timur, Sabtu 25 Juni 2022, pria yang biasa disapa Zulhas ini menyebut bisa saja pemerintah menurunkan harga kebutuhan pokok. Terlebih saat ini harga-harga tersebut dirasa masih tinggi. Caranya dengan menambah subsidi di sektor pangan.

Namun hal itu menurut Zulhas sulit dilakukan. Pasalnya subsidi yang dikucurkan pemerintah sudah sangat besar hingga mencapai Rp500 triliun. Jika ditambah, anggarannya akan membengkak dan mengganggu sektor lain, termasuk pembangunan infrastruktur.

Baca Juga: Minta Masyarakat Maklum Harga Kebutuhan Pokok Mahal, Mendag: Lebih Murah Dibanding Singapura

"Bisa saja beras diturunkan harganya, artinya subsidinya naik. Kalo subsidi naik, bisa gelap tuh lampu. Jalan rusak, enggak bisa diperbaiki, habis uangnya," ujar Zulhas.

Ketua Umum PAN ini menegaskan jika anggaran untul subsidi pangan ditambah pemerintah bisa kolaps atau bangkrut. Oleh karena itu Zulhas meminta masyarakat memaklumi jika sampai saat ini harga kebutuhan pokok dirasa masih cukup mahal, salah satunya adalah telur ayam.

Saat ini rata-rata telur ayam dijual seharga Rp28.000 per kilogram (kg). Zulhas menyebut ada penurunan dari sebelumnya saat telur ayam seharga Rp29.000 per kg. Namun diakuinya jauh lebih mahal ketimbang sebelum bulan puasa seharga Rp24.000 per kg.

Mantan Menteri Kehutanan ini menambahkan, sejatinya kondisi di tanah air lebih baik ketimbang negara lain. Zulhas mencontohkan Singapura yang harga kebutuhan pokok jauh lebih mahal. Di negeri tetangga itu harga beras kualitas premium sebesar Rp32.000 per liter. Sedangkan di Indonesia rata-rata Rp10.000-Rp20.000 per liter.

Baca Juga: Mulai Juli 2022 Beli Minyak Goreng Harus Pakai NIK dan PeduliLindungi

Halaman:

Editor: Yusuf Rinaldy

Tags

Terkini

X