• Senin, 15 Agustus 2022

Bukan Bentuk Toleransi, Kemenag Minta Masyarakat Tidak Menikah Beda Agama

- Minggu, 26 Juni 2022 | 13:30 WIB
Sekretaris Ditjen Bimas Islam Kemenag Muhammad Fuad Nassar (kemenag.go.id)
Sekretaris Ditjen Bimas Islam Kemenag Muhammad Fuad Nassar (kemenag.go.id)

Watyutink.com - Kementerian Agama (Kemenag) meminta masyarakat menghindari pernikahan beda agama. Pasal pernikahan beda agama bukanlah bentuk toleransi dan kerukunan antar umat beragama. Sebaliknya pernikahan beda agama justru memunculkan polemik lantaran melanggar norma agama dan konstitusi.

Saat memberikan keterangan resmi, Sabtu 25 Juni 2022, Sekretaris Ditjen (Sesditjen) Bimas Islam Kemenag, Muhammad Fuad Nasar juga meminta para orang tua memberikan bimbingan kepada putra-putrinya soal dasar-dasar pernikahan, salah satunya terkait pasangan yang seiman. Hal ini guna mencegah munculnya masalah di kemudian hari.

“Di sinilah peran orang tua memberikan pemahaman kepada anak yang sedang beranjak remaja mengenai kriteria dalam memilih jodoh, dasar-dasar pernikahan dan pembentukan keluarga menurut ajaran agama,” ujarnya.

Fuad menekankan jangan sampai dengan alasan cinta masyarakat justru melanggar ketentuan Tuhan Yang Maha Esa. Terlebih pernikahan beda agama juga tidak sesuai dengan aturan hukum dan perundang-undangan yang berlaku.

“Pengorbanan (menghindari nikah beda agama) itu belum seberapa dibanding mengorbankan rambu-rambu agama yang dianut tentang pernikahan dan pembentukan keluarga yang diridai Tuhan. Ditambah lagi pengorbanan perasaan sebagian besar orang tua yang merelakan anaknya nikah beda agama," tutur Fuad.

Baca Juga: PN Surabaya Izinkan Pernikahan Beda Agama, MUI: Batalkan karena Langgar Undang-Undang

Pengurus Badan Penasihatan Pembinaan dan Pelestarian Perkawinan (BP4 Pusat) ini
menambahkan pernikahan beda agama juga bukan bagian dari program moderasi beragama tengah dijalankan pemerintah.

Sebelumnya publik dikejutkan dengan keputusan Pengadilan Negeri (PN) Surabaya yang mengabulkan permohonan pernikahan beda agama. Pasangan tersebut mengajukan gugatan usai ditolak Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kota Surabaya.

Humas PN Surabaya Suparno dalam keterangannya, Senin 20 Juni 2022 mengatakan alasan dikabulkannya permohonan adalah untuk menghindari praktik kumpul kebo. Selain itu putusan PN Surabaya menurut Suparno untuk memberikan kejelasan status.

Halaman:

Editor: Yusuf Rinaldy

Tags

Terkini

Prabowo Deklarasikan Diri Maju Sebagai Capres 2024

Sabtu, 13 Agustus 2022 | 10:30 WIB
X