• Jumat, 9 Desember 2022

Fitch Ganjar Indonesia di Level Investment Grade BBB

- Rabu, 29 Juni 2022 | 10:13 WIB
Gedung BI (Situ BI/bi.go.id/id/publikasi)
Gedung BI (Situ BI/bi.go.id/id/publikasi)

Watyutink.com -- Lembaga pemeringkat Fitch (Fitch Ratings) kembali mempertahankan peringkat Indonesia pada level BBB yang berarti layak secara investasi (investment grade) dengan outlook stabil per 28 Juni 2022.

Fitch menyatakan, keputusan mempertahankan peringkat Indonesia pada level BBB sehingga layak secara investasi (investment grade) setelah mempertimbangkan prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam jangka menengah yang baik serta rasio utang pemerintah terhadap PDB yang rendah.

Pada sisi lain, Fitch melihat masih ada beberapa tantangan yang perlu direspons saat peringkat Indonesia berada pada BBB (investment grade), yaitu rasio pembiayaan eksternal yang meningkat, penerimaan pemerintah yang masih rendah, serta beberapa indikator struktural seperti PDB per kapita dan tata kelola, yang relatif lebih rendah dibandingkan negara-negara lain pada peringkat yang sama.

“Afirmasi rating Indonesia pada peringkat BBB dengan outlook stabil menunjukkan bahwa di tengah ketidakpastian ekonomi global yang masih tinggi, peningkatan risiko stagflasi seiring kenaikan suku bunga kebijakan secara global di tengah ekonomi yang baru pulih, serta makin meluasnya kebijakan proteksionisme yang ditempuh oleh berbagai negara, pemangku kepentingan internasional tetap memiliki keyakinan yang kuat atas terjaganya stabilitas makroekonomi dan prospek ekonomi jangka menengah Indonesia,” kata Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, dalam siaran pers BI, Selasa (28/6/2-22), menanggapi keputusan Fitch tersebut.

Menurut Perry, hal itu didukung oleh kredibilitas kebijakan yang tinggi dan sinergi bauran kebijakan yang kuat antara Bank Indonesia dan pemerintah.

Ke depan, Bank Indonesia akan terus mencermati perkembangan ekonomi dan keuangan global dan domestik, merumuskan dan melaksanakan langkah-langkah yang diperlukan untuk memastikan terjaganya stabilitas makroekonomi dan stabilitas keuangan, termasuk penyesuaian lebih lanjut stance kebijakan, serta terus memperkuat sinergi dengan pemerintah untuk mempercepat proses pemulihan ekonomi nasional.

Pada laporan yang dirilis Selasa, (28/6/2022), Fitch menilai pemulihan ekonomi Indonesia akan berlanjut didukung kinerja sektor jasa yang membaik dan ekspor yang kuat. Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2022 diperkirakan tumbuh 5,6 persen dan meningkat menjadi 5,8 persen pada 2023.

Pada sisi eksternal, Fitch memperkirakan transaksi berjalan akan mencatat defisit yang rendah yaitu sebesar 0,4 persen dari PDB pada 2022 dan meningkat menjadi 1,0 persen dari PDB pada 2023.

Terkait perkembangan harga, Fitch melihat adanya risiko kenaikan tekanan, meski meyakini bahwa inflasi masih akan tetap terjaga dalam kisaran sasaran 3 persen+1 persen. Dalam jangka menengah, pertumbuhan ekonomi diperkirakan mencapai 5,8 persen pada 2024, didukung oleh dampak positif dari implementasi UU Cipta Kerja terhadap kenaikan investasi, serta komitmen pembangunan infrastruktur yang terus berlanjut.

Pada sisi fiskal, Fitch melihat komitmen dari Pemerintah untuk menurunkan defisit fiskal menjadi di bawah 3 persen pada 2023, akan tercapai. Proyeksi defisit fiskal tahun 2022 diperkirakan turun menjadi 4,3 persen dari PDB, dibandingkan defisit fiskal pada 2021 sebesar 4,6 persen dari PDB.

Halaman:

Editor: Sarwani

Tags

Terkini

RKUHP Disahkan, Pengamat: Indonesia Makin Mirip China

Kamis, 8 Desember 2022 | 14:30 WIB
X