• Sabtu, 20 Agustus 2022

Bank Dunia: Covid-19 Picu Lonjakan Pembayaran Digital

- Kamis, 30 Juni 2022 | 09:16 WIB
Pembayaran Digital (worldbank.org/en/home)
Pembayaran Digital (worldbank.org/en/home)

Watyutink.comBank Dunia mengungkapkan pandemi Covid-19 telah mendorong inklusi keuangan, membuat penggunaan pembayaran digital meningkat pesat di tengah ekspansi global layanan keuangan formal.

Bank Dunia, mengutip database Global Findex 2021, menyebutkan ekspansi tersebut menciptakan peluang ekonomi baru, mempersempit kesenjangan gender pemilik rekening, dan membangun ketahanan di tingkat rumah tangga dalam menghadapi goncangan keuangan dengan lebih baik.

 “Pada 2021, 76 persen orang dewasa di seluruh dunia sekarang memiliki rekening di bank, lembaga keuangan lain, atau di penyedia uang digital, naik dari 68 persen pada 2017 dan 51 persen pada tahun 2011,” tulis Bank Dunia dalam rilis bertajuk Covid-19 Mendorong Lonjakan Global dalam Penggunaan Pembayaran Digital di laman resminya pada Rabu (29/6/2022).

Yang menarik, pertumbuhan kepemilikan rekening terdistribusi secara merata di banyak negara. Jika dalam survei Findex sebelumnya pada dekade terakhir sebagian besar pertumbuhan terkonsentrasi di India dan China, maka survei tahun ini menemukan bahwa persentase kepemilikan rekening meningkat dua digit di 34 negara sejak 2017.

Pandemi juga menyebabkan peningkatan penggunaan pembayaran digital. Di kelompok negara berpenghasilan rendah dan menengah (tidak termasuk China), lebih dari 40 persen melakukan pembayaran digital sejak pertama kali Covid-19 merebak.

Hal yang sama terjadi pada lebih dari sepertiga orang dewasa di semua kelompok negara berpenghasilan rendah dan menengah yang membayar tagihan listrik langsung dari rekening resmi.

Di India, lebih dari 80 juta orang dewasa melakukan pembayaran digital pertama mereka sejak dimulainya pandemi, sementara di China lebih dari 100 juta orang melakukannya.

Dua pertiga orang dewasa di seluruh dunia sekarang melakukan atau menerima pembayaran digital, dengan peningkatan dari 35 persen pada 2014 menjadi 57 persen pada 2021 di negara berkembang.

Di negara berkembang, sebanyak 71 persen orang dewasa memiliki rekening di bank, lembaga keuangan lain, atau di penyedia uang digital pada 2021, naik dari 63 persen pada 2017 dan 42 persen pada 2011. Rekening bergerak mendorong peningkatan besar dalam inklusi keuangan di Afrika Sub-Sahara.

“Revolusi digital telah mendorong peningkatan akses dan penggunaan layanan keuangan di seluruh dunia, mengubah cara orang melakukan dan menerima pembayaran, meminjam, dan menabung,” kata Presiden Grup Bank Dunia David Malpass.

Halaman:

Editor: Sarwani

Tags

Terkini

X