• Jumat, 9 Desember 2022

Putin Abaikan Seruan Damai, Pengamat Sebut Misi Jokowi Gagal

- Sabtu, 2 Juli 2022 | 16:30 WIB
Jokowi bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin  (Biro Pers Sekretariat Presiden )
Jokowi bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin (Biro Pers Sekretariat Presiden )

Watyutink.com - Upaya Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi penengah dalam konfik Ukraina-Rusia mendapat sorotan beberapa pihak. Banyak yang menilai misi perdamaian yang dibawa Jokowi gagal. Terbukti dengan pihak Rusia yang masih terus melancarkan serangan militer ke Ukraina.

Ketua Foreign Policy Community of Indonesia, Dino Patti Jalal mengatakan dari segi misi perdamaian, misi Jokowi tidak membuahkan hasil. Presiden Putin terus melanjutkan aksi militer dan perang di Ukraina. Dino menyebut tidak ada terobosan dalam konsep perdamaian yang bisa diterima kedua belah pihak.

"Saya tidak melihat adanya terobosan karena kalau misi perdamaian itu berarti konsep perdamaian diterima oleh kedua pihak, baik Ukraina maupun Rusia," ujar Dino.

Saat memberikan keterangan tertulis, Jumat 1 Juli 2022, mantan Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) ini menuturkan dalam konferensi pers usai bertemu Jokowi, Putin bahkan sama sekali tidak menyebut soal misi perdamaian. Putin justru membicarakan kerja sama ekonomi dengan Indonesia. Termasuk menawarkan bantuan membangun transportasi, Russian Railways untuk Ibu Kota Nusantara (IKN).

Meski demikian mantan Duta Besar (Dubes) RI untuk Amerika Serikat (AS) ini menyebut Jokowi tidak perlu berkecil hati. Pasalnya beberapa pemimpin dunia juga gagal mendamaikan konflik Ukraina-Rusia, diantaranya Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (Sekjen PBB) Antonio Gutteres dan dan Presiden Turki Tayyip Erdogan.

Menurut Dino, jika pemerintah ingin serius terlibat sebagai juru damai kedua belah pihak, harus ada tindak lanjutnya. Sebab proses damai memerlukan waktu yang panjang, bukan dalam satu kunjungan.

Pengamat hubungan internasional Universitas Indonesia, Suzie Sudarman juga menyoroti tanggapan dingin yang diperlihatkan Presiden Vladimir Putin atas misi perdamaian Jokowi. Menurut Suzie hal itu adalah strategi Putin yang dinilai saat ini sedang terjepit.

Saat memberikan keterangan, Jumat 1 Juli 2022, Suzie menerangkan negara adi daya bekas Uni Soviet tengah dikepung  negara-negara Barat, terutama setelah Swedia dan Finlandia berencana bergabung dengan NATO. Ditambah dengan tindakan Turki menutup Selat Bosphorus yang menghalangi pergerakan kapal-kapal perang Rusia.

Dalam kondisi seperti itu menurut Suzie Putin akan cenderung bersikap defensif lantaran tidak ingin kalah dari negara Barat. Itulah sebabnya Putin tidak akan mengatakan apakah bakal mundur dari Ukraina atau tidak. 

Halaman:

Editor: Yusuf Rinaldy

Tags

Terkini

RKUHP Disahkan, Pengamat: Indonesia Makin Mirip China

Kamis, 8 Desember 2022 | 14:30 WIB
X