• Sabtu, 20 Agustus 2022

Selesaikan Masalah Pertanahan, Menteri ATR Hadi Tjahjanto Gunakan Manajemen Perang

- Senin, 4 Juli 2022 | 13:00 WIB
Menteri ATR Hadi Tjahjanto  (setkab.go.id)
Menteri ATR Hadi Tjahjanto (setkab.go.id)

Watyutink.com - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN), Hadi Tjahjanto menyatakan bakal menggunakan manajemen perang dalam menjalankan tugasnya. Hal itu guna menyelesaikan masalah agraria dan pertanahan di tanah air.

Saat memberikan keterangan Senin 4 Juli 2022, Hadi mengatakan tantangan yang bakal dihadapinya adalah bagaimana mengurai permasalahan pertanahan. Upaya penyelesaian menurutnya bisa dimulai dari identifikasi hingga penyelesaian masalah.

"Kalau manajemen perang kan ada deteksi, identifikasi, eksekusi. Saya harus melihat situasinya, saya pelajari, saya masuk dari mana, seperti itu,"ujar mantan Panglima TNI ini.

Hadi menuturkan terdapat 3 hal yang menjadi fokusnya dalam memimpin Kementerian ATR. Ketiganya adalah permasalahan sertifikat tanah milik rakyat, konflik agraria, serta lahan dan tata ruang di Ibu Kota Nusantara (IKN).

Mantan Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) ini mengatakan semuanya sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Langkah pertama yang akan dilakukan adalah agar program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) berjalan sesuai target, yakni 126 juta sertifikat. Saat itu target tersebut baru terealisasi sebanyak 80 juta sertifikat.

Selanjutnya, Hadi akan berusaha menyelesaikan konflik agraria dan Ibu Kota Negara IKN Baru di Kalimantan Timur. Hadi menambahkan selama sepekan kemarin, dirinya telah melaksanakannya dan semua berjalan normal.

Hadi juga menekankan pentingnya komunikasi sosial dalam menyelesaikan masalah agraria. Hal itu menurut pria kelahiran Malang, Jawa Timur ini kerap dilakukannya saat menjadi orang nomor satu di TNI.

"Saya berani duduk bersama masyarakat, kemarin saya kunjungan juga di tengah-tengah masyarakat, saya duduk bersama, ngobrol bersama untuk menyelesaikan masalah-masalah konflik agraria seperti itu," ujarnya.

Editor: Yusuf Rinaldy

Tags

Terkini

X