• Selasa, 9 Agustus 2022

BNPT Tegaskan ACT Tidak Masuk Daftar Organisasi Teroris

- Rabu, 6 Juli 2022 | 10:30 WIB
Kegiatan ACT menyalurkan bantuan untuk korban gempa bumi dan tsunami di Donggoala, Sulteng, September 2018 (Instagram @act_indonesia)
Kegiatan ACT menyalurkan bantuan untuk korban gempa bumi dan tsunami di Donggoala, Sulteng, September 2018 (Instagram @act_indonesia)

Watyutink.com - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menegaskan yayasan Aksi Cepat Tanggap (ACT) tidak masuk dalam Daftar Terduga Terorisme atau Organisasi Terorisme (DTTOT). Hal itu disampaikan Direktur Pencegahan BNPT Brigjen Ahmad Nurwakhid saat menanggapi laporan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) terkait adanya transaksi mencurigai yang dilakukan ACT.

Saat memberikan keterangan, Selasa 5 Juli 2022 Nurwakhid mengatakan aparat penegak hukum perlu terlebih dahulu melakukan kajian dan pengumpulan bukti sebelum memproses ACT atas dugaan tindak pidana terorisme. Nurwakhid menyebut laporan diberikan PPATK bisa menjadi data intelijen yang harus dikaji lebih mendalam.

Baca Juga: Diduga Selewengkan Dana Masyarakat, Izin ACT Resmi Dicabut

"Data yang disampaikan PPATK kepada BNPT dan Densus 88 tentang kasus ACT merupakan data intelijen terkait transaksi yang mencurigakan sehingga memerlukan kajian dan pendalaman lebih lanjut untuk memastikan keterkaitan dengan pendanaan terorisme," kata Nurwakhid saat berbicara dengan awak media.

Nurwakhid menerangkan pihaknya bersama Densus 88 Antiteror Polri selalu bekerja berdasarkan aturan yang berlaku, yakni Undang-Undang (UU) Nomor 5 Tahun 2018 tentang Tindak Pidana Terorisme. Setiap laporan yang diterima akan langsung didalami dan ditindaklanjuti, termasuk laporan PPATK.

Jika nantinya tidak ditemukan indikasi dugaan terorisme, akan diserahkan ke pihak kepolisian sebagai kasus pidana lainnya.

"Jika tidak, maka dikoordinasikan aparat penegak hukum terkait tindak pidana lainnya," jelasnya.

BNPT meminta masyarakat lebih berhati-hati jika ingin berdonasi, salah dengan memilih lembaga resmi. Hal ini belajar dari kasus yang menimpa ACT.

"Belajar dari kasus ACT ini, BNPT menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk untuk menyalurkan donasi, infaq dan sedekah kepada lembaga yang resmi dan kredibel yang telah direkomendasikan oleh pemerintah," ujar Nurwakhid.

Sebelumnya Kepala PPATK Ivan Yustiavandana mengatakan pihaknya menemukan adanya transaksi mencurigakan yang dilakukan ACT. Diduga dana yang dikumpulkan ACT juga mengalir ke organisasi terlarang,

Halaman:

Editor: Yusuf Rinaldy

Tags

Terkini

X