• Selasa, 9 Agustus 2022

Indef: Eskalasi Global Tahan Laju Pemulihan Ekonomi Indonesia

- Rabu, 6 Juli 2022 | 15:43 WIB
Kantor INDEF (Dokumentasi Indef)
Kantor INDEF (Dokumentasi Indef)

Watyutink.com – Indef memperkirakan laju pemulihan ekonomi Indonesia pada 2022 akan tertahan akibat eskalasi global yang tidak kunjung berakhir. Alih-alih mengalami akselerasi, perekonomian dunia pun dihadapi pada tantangan resesi di tengah pemulihan pasca pandemi

Kajian Indef mengenai laju pemulihan ekonomi Indonesia pada 2022 tertuang dalam kajian tengah tahun Indef 2022 bertajuk Menjaga Asa Kemandirian Ekonomi di Tengah Kontestasi Global, di Jakarta, Rabu (6/7/2022).

“Ketegangan geopolitik akibat invansi Rusia ke Ukraina ternyata berdampak cepat dalam mendisrupsi sisi suplai dan “mengganggu” rantai pasok dunia. Hal inipun yang kemudian mendorong peningkatan inflasi global dan lonjakan harga komoditas pangan serta energi,” tulis Indef dalam siaran pers berkaitan dengan kajian tengah tahun Indef 2022 yang mengulas mengenai laju pemulihan ekonomi Indonesia pada 2022.

Di sisi domestik, masalah klasik masih terus menghampiri sendi-sendi ekonomi bangsa. Mulai masalah lonjakan harga pangan dan energi, dilemma fiskal dan moneter hingga masih lemahnya produktivitas perekonomian.

Indef juga mengemukakan, di tengah pengendalian Covid-19 yang semakin baik, optimisme terhadap pemulihan dan akselerasi ekonomi pun meningkat. Hal ini sudah digejalai pada awal 2022 ketika ekonomi Indonesia berhasil tumbuh 5,01 persen (y-o-y).

Namun seiring dengan eskalasi ekonomi global yang dipicu invansi Rusia terhadap Ukraina, Bank Dunia memangkas pertumbuhan ekonomi global dari 4,1 persen menjadi 2,9 persen. Revisi ini tentunya mempertimbangkan perkembangan ekonomi pada emerging market termasuk Indonesia.

Mengenai inflasi, menurut Indef, angkanya tinggi sepanjang semester I 2022 yang mencapai 3,19 persen dan sudah menyentuh 4,35 persen pada Juni 2022 (Y-o-Y), berpotensi menghambat pemulihan daya beli yang menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi. Terlebih, hal ini diperkuat dengan terjadinya trend penurunan upah riil buruh sepanjang semester I 2022.

Meskipun secara nominal upah mengalami peningkatan namun inflasi yang terlalu tinggi menyebabkan pendapatan riil tergerus cukup dalam.

Editor: Sarwani

Tags

Terkini

X