• Senin, 15 Agustus 2022

Harga Rumah Naik, Pemerintah Beri Subsidi

- Rabu, 6 Juli 2022 | 17:44 WIB
Perumahan (pu.go.id)
Perumahan (pu.go.id)

Watyutink.com -- Masyarakat diminta mewaspadai kenaikan harga rumah ke depan seiring dengan kenaikan suku bunga yang berimbas kepada kenaikan tingkat suku bunga kredit pemilikan rumah (KPR), sekalipun pemerintah menyediakan subsidi perumahan sebesar Rp 19,1 triliun tahun ini.

Peringatan mengenai kenaikan harga rumah yang didorong oleh kenaikan suku bunga KPR tersebut disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Pemerintah membantu meringankan masyarakat dengan memberikan subsidi perumahan melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

Subsidi perumahan untuk mengantisipasi kenaikan harga rumah yang ditimbulkan oleh peningkatan tingkat suku bunga KPR dimaksudkan agar masyarakat dapat memiliki rumah dengan harga terjangkau.

"Untuk membeli rumah 15 tahun mencicil di awal berat, suku bunga dulu, principal-nya di belakang. Itu karena dengan harga rumah tersebut dan interest rate sekarang harus diwaspadai, karena cenderung naik dengan inflasi tinggi," ujar Sri Mulyani, pada pembukaan Securitization Summit 2022, Rabu (6/7/2022).

Menurut Sri Mulyani, meningkatnya suku bunga secara global turut memberikan andil terhadap kenaikan suku bunga KPR. Suku bunga KPR yang tinggi membuat masyarakat sulit membeli rumah.

"Untuk yang berumah tangga artinya membutuhkan rumah, tapi mereka tidak punya purchasing power, harga rumah tinggi, sehingga mereka enak tinggal di rumah mertua atau menyewa. Kalau mertuanya punya rumah juga, kalau enggak punya ya jadi masalah lagi. Menggulung generasi," ujarnya.

Untuk mengantisipasi lonjakan harga rumah, pemerintah mengalokasikan dana sebesar Rp 19,1 triliun untuk subsidi perumahan lewat FLPP tahun ini.

Riset menunjukkan kenaikan harga rumah tidak lepas dari penguasaan lahan oleh oligarki. Dosen Kelompok Keahlian Perumahan Permukiman Sekolah Arsitektur Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan (SKPPK) Institut Teknologi Bandung (ITB) Jehansyah Siregar mengatakan keterbatasan lahan mencuat di tengah deru pengembangan kota dan kenaikan populasi, karena sebagian besar lahan dikuasai segelintir pengembang.

Riset Knight Frank beberapa waktu lalu mengungkapkan, di koridor barat Sinarmas Land menguasai BSD City seluas 6.000 hektar, Lippo Karawaci 3.000 hekter, Ciputra Group 2.760 hektar, Alam Sutera, Summarecon Agung dan Paramount Enterprise International, serta PT Jaya Real Property Tbk masing-masing 2.300 hektar.

Di koridor timur, Lippo Karawaci menguasai 3.322 hektar dengan proyek utamanya Lippo Cikarang, Sinarmas Land Group 4.100 hektar di proyek Kota Deltamas dan Grand Wisata, Summarecon Agung Tbk seluas 240 hektar melalui Summarecon Bekasi, dan PT Modernland Realty Tbk dengan 370 hektar.

Halaman:

Editor: Sarwani

Tags

Terkini

Prabowo Deklarasikan Diri Maju Sebagai Capres 2024

Sabtu, 13 Agustus 2022 | 10:30 WIB
X