• Selasa, 9 Agustus 2022

Kemenag Cabut Izin Pesantren Shiddiqiyyah Jombang, Polisi Minta Orang Tua Tarik Putra-putrinya

- Jumat, 8 Juli 2022 | 10:30 WIB
Pengepungan Pondok Pesantren Pesantren Majma'al Bahrain Shiddiqiyyah, Ploso, Jombang, Jawa Timur
Pengepungan Pondok Pesantren Pesantren Majma'al Bahrain Shiddiqiyyah, Ploso, Jombang, Jawa Timur

Watyutink.com - Kementerian Agama (Kemenag) secara resmi mencabut izin operasional Pondok Pesantren (Ponpes) Majma’al Bahrain Shiddiqiyyah, Jombang, Jawa Timur. Keputusan tersebut sebagai buntut kasus pencabulan yang dilakukan anak pimpinan Ponpes Mochammad Subchi Azal Tsani atau Bechi terhadap santriwati.

Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag Waryono, mengatakan, nomor statistik dan tanda daftar pesantren Shiddiqiyyah telah dibekukan. Menurutnya, sebagai regulator, Kemenag memiliki wewenang secara administratif memberikan sanksi. Pasalnya pengasuh pengasuh tersebut telah melakukan pelanggaran berat.

Waryono menerangkan sanksi tegas diberikan lantaran Bechi melakukan tindakan pencabulan. Selain itu pria berusia 42 tahun itu juga menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO) polisi. Pihak Ponpes juga telah menghalang-halangi petugas saat menjemput paksa Bechi. Tindakan tersebut menurut Waryono adalah pelanggaran hukum.

“Kemenag mendukung penuh langkah hukum yang telah diambil pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus tersebut,” tutur Waryono saat memberikan keterangan, Kamis 7 Juli 2022.

Waryono menambahkan pihaknya telah berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Kanwil Kemenag Jawa Timur dan Kankemenag Jombang. Hal itu guna memastikan proses belajar para santri tidak terhenti.

“Kami akan bersinergi dengan pesantren dan madrasah di lingkup Kemenag untuk kelanjutan pendidikan para santri,” kata Waryono.

Sementar itu Kabareskrim Komjen Agus Andrianto menyarankan Kemenag mencabut izin Ponpes Shiddiqiyyah. Agus juga menyarankan para orang tua segera menarik putra-putrinya dari Ponpes yang dipimpin KH Muhammad Mukhtar Mukthi itu.

Saat memberikan keterangan Kamis 7 Juli 2022, Agus juga meminta dukungan masyarakat dalam menuntaskan masalah tersebut. Salah satunya dengan tidak memasukkan anaknya ke Ponpes tersebut. Lebih baik mencari Ponpes yang lebih aman untuk putra-putrinya.

"Masyarakat tidak usah memasukkan putra-putrinya ke ponpes tersebut. Murid yang sudah ada sebaiknya ditarik dan dipindahkan ke Ponpes lain yang lebih aman," ujar Agus.

Halaman:

Editor: Yusuf Rinaldy

Tags

Terkini

X