• Selasa, 9 Agustus 2022

Beri Sinyal Harga BBM Bakal Naik, Jokowi Minta Masyarakat Maklum

- Sabtu, 9 Juli 2022 | 09:00 WIB
Presiden Joko Widodo  (setneg.go.id)
Presiden Joko Widodo (setneg.go.id)

Watyutink.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali menyiratkan bakal ada kenaikan harga barang kebutuhan pokok. Setelah sebelumnya harga mi dan roti, kali ini Jokowi menyebut harga bahan bakar minyak (BBM) juga bakal naik. Hal ini lantaran pemerintah sudah tidak lagi sanggup menanggung beban subsidi.

Saat memberikan pengarahan dalam acara Puncak Hari Keluarga Nasional ke 29 di Medan yang disiarkan Youtube Sekretariat Presiden, Jumat 8 Juli 2022, Jokowi menerangkan subsidi BBM, gas Elpiji 3 kilogram dan tarif listrik di bawah 3.000 volt ampere (VA) tahun ini mencapai Rp578,1 triliun. Nilai tersebut jauh diatas yang ditetapkan sebelumnya.

Pembengkakan subsidi juga akibat keputusan pemerintah yang tidak menaikkan harga BBM. Padahal saat ini harga minya dunia cenderung naik. Jokowi menegaskan keuangan negara baka jebol jika terus menerus menanggung beban tersebut.

"[APBN] kita masih kuat, dan kita berdoa supaya APBN tetap masih kuat bersubsidi," kata Jokowi.

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini menururkan sebelum pandemi, harga minyak dunia 60 dolar Amerika Serikat (AS) per barel. Namun saat ini harganya melonjak hingga 100 dolar AS per barel untuk minyak brent. Sedangkan West Texas Intermediate (WTI) mencapai 98,4 dolar AS per barel.

Kondisi tersebut menurut Jokowi mendorng sejumlah negara menaikkan harga jual BBM di negaranya masing-masing. Jokowi mencontohkan di Jerman bensin dijual Rp31 ribu, di Singapura Rp31 ribu, dan di Thailand Rp20 ribu per liter.

"Kita ini masih tahan untuk tidak menaikkan.
Yang namanya Pertalite masih Rp7.560 karena disubsidi BBM," ujar Jokowi.

Mantan Wali Kota Solo, Jawa Tengah ini mengakui kenaikan harga bensin tidak akan membuat masyarakat senang. Jokowi pun meminta masyarakat memahami dan memaklumi kondisi yang tengah dihadapi pemerintah, termasuk jika tiba-tiba ada kenaikan harga BBM.

"Semua akan ngomong tidak setuju [dengan kenaikan BBM]. Tapi ingat, kita itu masih impor separo dari kebutuhan [BBM] kita 1,5 juta barel minyak dari luar, masih impor. Artinya apa? Kalau harga di luar naik, kita harus bayar lebih banyak. Supaya kita ngerti masalah ini," imbuh Jokowi.

Halaman:

Editor: Yusuf Rinaldy

Tags

Terkini

X