• Senin, 15 Agustus 2022

Tegaskan Stut Sepeda Motor Bukan Pelanggaran, Polda Metro: Harus Ditolong Bukan Ditilang

- Senin, 11 Juli 2022 | 12:00 WIB
Polda Metro Jaya tegaskan stut sepeda motor tidak ditilang (YouTube Teknisi Jember )
Polda Metro Jaya tegaskan stut sepeda motor tidak ditilang (YouTube Teknisi Jember )

Watyutink.com - Polda Metro Jaya menyatakan tindakan stut sepeda motor bukanlah pelanggaran lalu lintas. Itulah sebabnya tindakan pengendara melakukan stut terjadap sepeda motor lain tidak biaa dikenakan sanksi tilang apalagi sampai hukum kurungan.

Stut adalah tindakan pengendara sepeda motor yang mendorong sepeda motor la. Biasanya hal ini dilakukan karena salah satu sepeda motor mogok atau kehabisan bensin di jalan.

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Brigjen Sambodo Purnomo Yogo menegaskan tidak ada sanksi bagi pengendara sepeda motor yang melakukan stut. Pasalnya stut bukanlah pelanggaran lalu lintas.

Saat memberikan keterangan Minggu 10 Juli 2022, Sambodo menjelaskan saat seorang pengendara sepeda motor mengalami kesulitan seharusnya pengendara lain membantu. Jika kehabisan bensin diantar ke SPBU dan jika mesinnya mogok diantar ke bengkel terdekat. Salah satu caranya adalah dengan mendorong sepeda motor atau yang biasa disebut stut.

Sambodo justru meminta polisi yang melihat stut segera memberikan pertolongan. Karena hal menunjukkan masyarakat sedang membutuhkan bantuan.

"Polisi seharusnya menolong, bukan menilang," tegas Sambodo.

Perwira Polri yang baru dilantik sebagai Kepala Biro Kebijakan Strategis pada Deputi Perencanaan Anggaran Kapolri (Karojakstra Srena Polri) itu menjelaskan tidak ada aturan yang melarang stut. Anggapan soal stut bisa kena tilang menurutnya harus diluruskan.

"Jadi, tidak ada (tilang,red). Stut itu karena ada motor yang mogok atau habis bahan bakarnya. Itu artinya masyarakat sedang kesulitan," Sambodo di Jakarta.

Sebelumnya beredar informasi polisi bakal melakukan tilang terhadap pengendara yang melakukan stut. Hal ini berdasarkabPasal 287 ayat 6 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ).

Dalam pasal tersebut dinyatakan bahwa, "Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan yang melanggar aturan tata cara penggandengan dan penempelan dengan Kendaraan lain sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (4) huruf h dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) bulan atau denda paling banyak Rp250.000,00 (dua ratus lima puluh ribu rupiah)."

Halaman:

Editor: Yusuf Rinaldy

Terkini

Prabowo Deklarasikan Diri Maju Sebagai Capres 2024

Sabtu, 13 Agustus 2022 | 10:30 WIB
X