• Selasa, 9 Agustus 2022

Pengamat Intelijen Ingatkan, Penembakan Eks Perdana Menteri Jepang Bisa Terjadi di Indonesia

- Senin, 11 Juli 2022 | 13:00 WIB
Presiden Jokowi bersama mantan PM Jepang Shinzo Abe  (Instagram @jokowi)
Presiden Jokowi bersama mantan PM Jepang Shinzo Abe (Instagram @jokowi)

Watyutink.com - Pengamat intelijen Marsda Purnawirawan Prayitno Ramelan memperingatkan semua pihak agar belajar dari peristiwa penembakan mantan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe. Prayitno menyebut pembunuhan Abe bukan tidak mungkin bisa terjadi di Indonesia.

Saat memberikan keterangan tertulis, Sabtu 9 Juli 2022, Prayitno menuturkan dampak dari kejadian di Jepang Jumat 7 Juli 2022 itu bisa memberikan dampak ke banyak negara, termasuk Indonesia. Penembakan Abe bisa menjadi inspirasi nagi bagi pelaku kejahatan melakukan tindakan yang sama terhadap pejabat di Indonesia.

Dalam istilah intelijen tindakan teror yang dilakukan seorang diri disebutkan 'lone wolf.' Prayitno menyatakan secara psikogis lone wolf bisa menjadi inspirasi orang-orang yang tidak puas dengan pemerintah. Termasuk kelompok-kelompok radika yang ada di Indonesia.

“Secara psikologis, kasus ini bukan tidak mungkin bisa menginspirasi baik lone wolf, mereka-mereka yang tidak puas atau juga kelompok radikal di negara lain termasuk di Indonesia,” ungkap Prayitno.

Mantan anggota Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI itu menambahkan, tindakan pelaku menembak Abe juga sangat mungkin terinspirasai dari berbagai kejadian di negata lain, seperti Amerika Serikat (AS). Itulah sebabnya Prayitno meminta pihak-pihak terkait seperti Badan Intelijen Negara (BIN), Polri dan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) belajar dari kejadian yang menimpak Abe.

Terlebih sebentar lagi Indonesia akan memasuki tahun politik, yakni Pemilihan Umum (Pemilu) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. Prayitno mengungkapkan persaingan politik yang kian panas bisa memicu terjadinya tindakan ekstrem.

Mantan Penasehat Menteri Pertahanan (Menhan) ini juga mengingatkan adanya sel atau jaringan kelompok teroris di Indonesia, seperti Al Qaeda dan ISIS. Disamping kelompok garis keras lainnya. Menurut Prayitno modus lone wolf bisa digunakan, karena memang aksi teror tidak harus memakan jumlah korban banyak.

“Sel-sel tidur itu masih ada dan bukan tidak mungkin, mereka terinspirasi mengirim pesan eksistensi dengan aksi spektakuler yang tidak terpikirkan sebelumnya. Nilai tinggi sasaran yang berdampak besar psikologisnya bisa menjadi pilihan mereka,” pungkas Prayitno.

Sebelumnya mantan Perdana Menteri Jepang Shinzp Abe tewas pada Jumat 7 Juli 2022 setelah ditembak pria bernama Tetsuya Yamagami. Abe ditembak saat berpidato dalam sebuah acara kampanye. Meski sempat dilarikan ke rumah sakit, nyawa Abe tak terselamatkan akibat luka tembak di leher dan dada sebelah kiri.

Halaman:

Editor: Yusuf Rinaldy

Tags

Terkini

X