• Selasa, 9 Agustus 2022

Mahfud MD Sebut Penanganan Kasus di Rumah Irjen Ferdy Sambo Banyak Kejanggalan

- Kamis, 14 Juli 2022 | 10:30 WIB
Menko Polhukam Mahfud MD  (Instagram @mohmahfudmd)
Menko Polhukam Mahfud MD (Instagram @mohmahfudmd)

Watyutink.com - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD turut bersuara soal peristiwa tembak menembak di rumah Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo. Mahfud menilai banyak kejanggalan dalam proses penanganan kasus yang menewaskan seorang anggota Polri bernama Brigadir J atau Nofryansah Yosua Hutabarat itu.

Berbicara melalui unggahan di akun Instagram pribadinya @mohmahfudmd, Rabu 13 Juli 2022, Mahfud menyebut penjelasan yang diberikan Polri tidak jelas hubungan sebab dan akibatnya. Itulah sebabnya kasus ini menurut Mahfud tidak bisa dibiarkan mengalir begitu saja.

"Kasus ini memang tak bisa dibiarkan mengalir begitu saja karena banyak kejanggalan yang muncul dari proses penanganan, maupun penjelasan Polri sendiri yang tidak jelas hubungan antara sebab dan akibat setiap rantai peristiwanya," kata Mahfud yang mengaku menulis tanggapan disela-sela beribadah di Kota Madinah, Arab Saudi.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) ini menururkan kredibilitas Polri dan Pemerintah dipertaruhkan dalam peristiwa yang terjadi di Kompleks Polri Duren Tiga Jakarta Selatan, Jumat 8 Juli 2022 itu. Selama ini dalam berbagai survei, Polri selalu mendapat nilai positif. Artinya publik mempercayai kinerja Polri yang saat ini mengusung slogan, PRESISI yakni, PREdiktif, responSIbilitas, dan transparanSI berkeadilan.

"Kinerja positif pemerintah dikontribusi secara signifikan oleh bidang politik dan keamanan, serta penegakan hukum. Hasil survei terakhir Indikator Politik yang baru diumumkan kemarin misalnya mengatakan begitu," katanya.

Mahfud menambahkan langkah Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo membentuk tim khusus sudah tepat. Terlebih tim yang pimpinan Wakapolri Komjen Gatot Eddy itu beranggotakan orang-orang kredibel.

"Itu sudah mewakili sikap dan langkah Pemerintah sehingga Kemenko Polhukam akan mengawalnya," imbuh Mahfud.

Mantan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Mekumham) ini juga sudah meminta Sekretaris Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Irjen (Purn) Benny Mamoto ikut aktif membantu Polri mengungkap kasus tersebut.

"Perkembangannya bagus juga karena selain membentuk tim, Kapolri juga sudah mengumumkan untuk menggandeng Kompolnas dan Komnas HAM guna mengungkap secara terang kasus ini," kata Mahfud yang juga menjabat Ketua Kompolnas.

Halaman:

Editor: Yusuf Rinaldy

Tags

Terkini

X