• Minggu, 4 Desember 2022

Pendiri ACT Tegaskan Tidak Ada Penyelewengan Dana Korban Kecelakaan Lion Air

- Jumat, 15 Juli 2022 | 10:35 WIB
Pendiri Yayasan Aksi Cepat Tanggap (ACT) Ahyudin  (YouTube )
Pendiri Yayasan Aksi Cepat Tanggap (ACT) Ahyudin (YouTube )

Watyutink.com - Pendiri Yayasan Aksi Cepat Tanggap (ACT) Ahyudin menegaskan pihaknya tidak pernah melakukan penyelewengan atau penyalahgunaan dana yang dikumpulkan dari masyarakat. Ahyudin mengatakan hasil audit laporan keuangan ACT selama ini mendapat predikat wajar tanpa pengeculian (WTP).

Saat memberikan keterangan di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Rabu 13 Juli 2022, Ahyudin menuturkan predikat WTP selama ini sudah menjadi standar ACT dalam pengelolaan keuangan. Hal inilah yang membuatnya yakin tidak ada penyalahgunaan atau penyelewengan.

“Buat kami, Insya Allah audit ACT oleh kantor akuntan publik dengan predikaf WTP sudah merupakan sebuah standar bahwa pengelolaan keuangan ACT itu baik. Tidak ada penyelewengan, tidak ada penyalahgunaan,” kata Ahyudin.

Mantan Presiden ACT ini menyebut yayasannya telah menjadi pionir dalam hal laporan keuangan. Terbukti dengan predikat WTP sejak 2005 hingga 2020. Menurutnya tidak mungkin ada hasil predikat jika belum keluar WTP.

“Mana mungkin kantor akuntan audit mau keluarkan hasil predikat dengan predikat WTP kalau ada penyimpangan,” imbuh Ahyudin.

Sebelumnya polisi menduga Yayasan ACT melakukan penyelewengan pengelolaan dana atau donasi dari masyarakat. Salah satu yang disoroti adalah dana milik ahli waris korban kecelakaan pesawat Lion Air JT610. Dana tersebut bersumber dari Corporate Sosial Responsibility (CSR) Boeing sebagai perusahaan yang memproduksi pesawat yang mengalami kecelakaan pada 28 Oktober 2018.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Ahmad Ramadhan saat memberikan keterangan, Sabtu 9 Juli 2022 mengatakan hasil penyelidikan menemukan bahwa ahli waris tidak pernah diikutsertakan dalam pengelolaan dana CSR tersebut. Baik dalam hal penyusunan maupun pelaksanannya.

Ramadhan menjelaskan dana CSR Boeing diperoleh ACT saat masih dipimpin Ahyudin. Sedangkan Presiden ACT saat ini Ibnu Khajar saat itu menjadi pengurus. Diduga penyimpangan yang terjadi adalah dengan menggunakan sebagian dana CSR tersebut untuk kepentingan pribadi, seperti memberikan fasilitas dan membayar gaji presiden dan para pengurusn Yayasan ACT.

Ramadhan menerangkan, masing-masing ahli waris mendapatkan dana CSR sebesar 144 dolar Amerika Serikat (AS) atau sekitar Rp2.066.350.000. Namun dana tersebut tidak bisa dikelola langsung oleh ahli waris. Atas rekomendasi 68 ahli waris korban kecelakaan pesawat Lion Air JT 610, dana tersebut dikelola Yayasan ACT dengan nilai total senilai Rp138 miliar.

Halaman:

Editor: Yusuf Rinaldy

Tags

Terkini

X